NewsTicker

Susul Inggris, AS Larang Warganya yang Pernah Gabung ISIS untuk Pulang

Susul Inggris, AS Larang Warganya yang Pernah Gabung ISIS untuk Pulang Hoda Muthana

Arrahmahnews.com, WASHINGTON – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa seorang wanita Amerika yang berada di Suriah yang diduga bertempur di barisan kelompok teroris takfiri ISIS/Daesh tidak akan bisa kembali pulang.

Dalam pernyataan hari Rabu (20/02), Pompeo mengatakan bahwa wanita berusia 24 tahun itu, yang diidentifikasi sebagai Hoda Muthana, “tidak akan diterima di Amerika Serikat” karena ia tidak memiliki paspor AS atau dasar hukum apa pun untuk bisa memasuki negara itu.

Baca: Remaja Inggris yang Gabung Teroris Dicabut Kewarganegaraannya

Muthana menyatakan telah menyesali kedatangannya ke Suriah selama beberapa tahun terakhir. Wanita dari Alabama dan ibu satu anak itu telah meminta untuk kembali ke Amerika Serikat bersama putranya yang berusia 18 bulan sambil bersikeras bahwa ia menyesal menyejajarkan dirinya dengan Daesh, sebuah organisasi teroris yang saat ini nyaris lenyap di Suriah dan negara tetangganya Irak, di mana sebelumnya mereka sempat menguasai sejumlah wilayah disana.

Pengumuman oleh Pompeo dikeluarkan menyusul pernyataan serupa di negara-negara Barat di mana pemerintah disana juga tampaknya tidak mau menerima warganya yang pernah bergabung dengan kelompok teroris seperti Daesh.

Baca: 3 Wanita Cantik Asal Inggris Bergabung Dengan ISIL

Kementerian dalam negeri di Inggris mengatakan sebelumnya pada hari Rabu bahwa mereka telah mencabut kewarganegaraan seorang ibu berusia 19 tahun yang bergabung dengan Daesh di Suriah empat tahun lalu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: