Maduro Perintahkan Penutupan Perbatasan dengan Brasil

CARACAS – Presiden Nicolas Maduro telah memerintahkan penutupan perbatasan Venezuela dengan Brasil, ketika oposisi yang didukung AS bersiap untuk membawa “bantuan kemanusiaan.”

Maduro mengumumkan dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Kamis bahwa perbatasan luas dengan Brasil akan ditutup “sepenuhnya dan mutlak” sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Dia menyebut rencana pengiriman bantuan itu sebuah pertunjukan yang dirancang oleh AS, dengan mengatakan, “Lebih baik mencegah daripada menyesal.”

Perintah itu juga datang setelah pasukan Kolombia mengerahkan “semua kemampuan mereka” di perbatasan dengan Venezuela untuk membantu paket bantuan AS memasuki negara itu.

Brazil, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk memasok bantuan ke Venezuela, tetapi negara itu akan menyerahkannya kepada Venezuela untuk mengambil barang-barang melewati perbatasan.

BacaMaduro Peringatkan AS: Jangan Ancam Venezuela dengan Aksi Militer.

Maduro telah mengatakan paket bantuan kemanusiaan Washington pada oposisi Venezuela “tidak lain adalah penyembunyian rencana militer pemerintah Trump.”

AS telah mengancam beberapa kali untuk mengambil tindakan militer terhadap Venezuela untuk menggulingkan pemerintah terpilih, Maduro, di tengah protes anti-pemerintah.

Dia memperingatkan bahwa Trump dan Presiden Kolombia Iván Duque sedang mengumpulkan pasukan militer di perbatasan Kolombia untuk kemungkinan invasi militer terhadap negaranya.

Maduro juga memerintahkan pengiriman ribuan kotak makanan untuk didistribusikan kepada yang membutuhkan di sepanjang perbatasan Kolombia.

Pemerintah Venezuela mengatakan “20.600 kotak” makanan dari program distribusi makanan bersubsidi yang telah lama dijalankan pemerintah telah pergi ke daerah perbatasan Kolombia dari pelabuhan La Guaira.

Maduro juga mengumumkan minggu ini bahwa 300 ton bantuan kemanusiaan Rusia akan dikirim ke bandara internasional Caracas.

BacaMaduro Kecam Retorika “Ala Nazi” Donald Trump.

Negara kaya minyak ini menghadapi krisis ekonomi, termasuk dalam bentuk kekurangan bahan makanan dan obat-obatan. Caracas menyebut krisis itu bagian dari perang ekonomi yang dipimpin AS.

Wakil Presiden Brasil Hamilton Mourao mengatakan kemungkinan intervensi militer AS terhadap negara kaya minyak itu “tidak masuk akal,” dan menambahkan bahwa penutupan perbatasan Venezuela “tidak menandakan tindakan agresi.”

Dia juga mengatakan Caracas “memiliki hak untuk apa pun yang diinginkannya di sisi perbatasannya.”

Seorang juru bicara Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro mengatakan penutupan perbatasan tidak akan menyebabkan “gesekan” antara para tetangga.

Militer Venezuela, yang tetap setia kepada presiden, mengatakan pada hari Rabu bahwa pihaknya bersiaga di perbatasan negara itu.

“Angkatan bersenjata akan tetap dikerahkan dan waspada … untuk menghindari pelanggaran integritas wilayah,” kata Menteri Pertahanan Vladimir Padrino. [ARN]

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.