NewsTicker

IAEA: Iran Terus Patuhi Perjanjian Nuklir

TEHERAN – Sebuah laporan oleh badan nuklir PBB menegaskan bahwa Iran terus mematuhi pembatasan kegiatan nuklir di bawah kesepakatan 2015 yang ditandatangani dengan kekuatan global utama, bahkan ketika Amerika Serikat kembali menjatuhkan sanksi terhadap Teheran.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan dalam sebuah laporan triwulanan pada hari Jumat (21/02) bahwa Iran masih dalam batas pada tingkat di mana mereka dapat memperkaya uranium dan stok uranium sesuai dengan perjanjian nuklir, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Laporan terbaru badan nuklir PBB itu menunjukkan bahwa selama tiga bulan terakhir, persediaan air berat Iran telah meningkat dari 122,8 menjadi 124,8 metrik ton dan menampung uranium yang diperkaya 163,8 kilogram, naik dari 149,4 pada November.

Baca: Iran Puji Pernyataan Positif UE tentang Kesepakatan Nuklir, Kecam Poin Tak Relevan

Kedua level berada dalam batas yang ditentukan dalam JCPOA.

IAEA sekali lagi menegaskan bahwa akses pelengkap badan tersebut ke situs-situs nuklir Iran, yang sebagian besar terdiri dari inspeksi pemberitahuan singkat di bawah Protokol Tambahan, berlanjut di semua lokasi yang perlu dikunjungi.

Presiden AS Donald Trump menarik Washington pada Mei 2018 dari perjanjian nuklir Iran, yang dicapai antara Iran dan kelompok negara-negara P5 +1, dan memutuskan untuk memberlakukan kembali sanksi sepihak terhadap Teheran.

Baca: Zarif: Iran Tak Sudi Berunding dengan Trump Soal Nuklir

Di bawah kesepakatan 2015, Iran berupaya membatasi program nuklirnya dengan imbalan penghapusan sanksi terkait nuklir.

Pemerintahan Trump mengumumkan pengenaan kembali sanksi “terberat” yang pernah terjadi terhadap perbankan dan sektor energi Iran dengan tujuan menghentikan penjualan minyak dan ekspor krusial negara itu. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: