NewsTicker

12 Pasukan Inggris dan Pakistan Dibunuh di Selatan Arab Saudi

12 Pasukan Inggris dan Pakistan Dibunuh di Selatan Arab Saudi Perang Yaman

Arrahmahnews.com, YAMAN – Sembilan ahli pasukan khusus Inggris dan 3 agen Pakistan tewas di wilayah selatan Arab Saudi, sumber militer Yaman mengumumkan pada Sabtu malam.

Para perwira militer Inggris dan Pakistan yang terbunuh sedang melakukan misi rahasia yang ditugaskan oleh Inggris, AS, dan UEA, berita Taez, sebuah outlet berita Yaman, melaporkan tadi malam.

Sumber itu menambahkan bahwa para perwira yang tewas adalah para ahli dalam merencanakan dan mengelola operasi militer, dan ditugaskan untuk memerintahkan para militan asing yang disewa Saudi yang terlibat dalam perang melawan Yaman.

BacaPasukan Yaman Bunuh Seorang Perwira Saudi dan 5 Pengawalnya

Pekan lalu, Daily Express Inggris melaporkan bahwa dua tentara Pasukan Khusus Inggris dari resimen elit SAS yang ditugaskan dalam misi rahasia AS-Inggris di Yaman terluka dalam ledakan bom pinggir jalan.

Kedua prajurit itu berada dalam satuan tugas koalisi 12 orang yang terbang ke negara konflik tiga minggu sebelumnya. SAS bekerja bersama dengan anggota-anggota Operational Detachment Alpha, pasukan tempur utama untuk Baret Hijau. Di bawah komando AS, pasukan khusus bersenjata lengkap terbang ke Aden dari Djibouti dengan helikopter Chinook dan bertemu komandan UEA sebelum menuju Timur Laut dengan truk pick-up yang tidak ditandai.

Baca: Komandan Tinggi Militer Pro-Hadi Tewas dalam Serangan Mendadak Pasukan Yaman

Kedua tentara mengalami cedera kaki dan dievakuasi dengan helikopter Emirat ke pangkalan militer AS di Djibouti, sebuah negara kecil yang sangat tergantung dimanipulasi oleh kekuatan regional dan internasional seperti Arab Saudi dan AS.

Arab Saudi dan sekutunya, termasuk Uni Emirat Arab, Maroko, dan Sudan, melancarkan perang brutal terhadap Yaman pada Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal kembali mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang setia kepada Riyadh.

Agresi awalnya terdiri dari kampanye pemboman tetapi kemudian meluas pada blokade laut dan pengerahan pasukan darat ke Yaman. Sekitar 50.000 orang telah tewas sejak perang dimulai, kata Kementerian Kesehatan Yaman. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: