NewsTicker

IRGC: Peretasan Pusat Komando AS Jawaban atas Kekurangajaran Washington

IRGC: Peretasan Pusat Komando AS Jawaban atas Kekurangajaran Washington Jenderal Iran

Arrahmahnews.com, TEHERAN – Seorang komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa pasukan kedirgantaraan Iran meretas sistem komando dan kontrol pesawat tak berawak AS sebagai tanggapan terhadap kekurang ajaran Washington yang mengklaim bahwa mereka telah berhasil menyabotase rudal Iran.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela upacara di Teheran pada hari Minggu (24/02), komandan Divisi Kedirgantaraan IRGC, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, mengatakan, “Kami melakukan ini untuk memberi tahu mereka (Amerika) bahwa kalian tidak hanya gagal mencapai tujuan kalian, tapi kami bahkan menyusup ke sistem kalian, “dan ini merupakan tanggapan atas penghinaan Amerika Serikat.

Baca: HEBOH! Pasukan Iran Tembus Pusat Komando AS di Suriah

Pada 12 Februari, New York Times melaporkan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah menghidupkan kembali rencana rahasia untuk menyabotase rudal balistik Iran sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk melemahkan kekuatan militer Republik Islam itu dan menghancurkan ekonominya.

Menurut laporan itu, program tersebut dibuat di bawah mantan Presiden George W. Bush, yang berusaha mengganggu program kedirgantaraan Iran dengan memasukkan bagian-bagian dan bahan-bahan yang rusak ke dalam rantai pasokannya.

“Upaya sabotase dipercepat selama tahun-tahun awal masa mantan Presiden Barack Obama di Gedung Putih. Namun, mereka dilemahkan pada tahun 2017, ketika Mike Pompeo, yang kemudian menjadi menteri luar negeri negara itu, mengambil alih sebagai direktur CIA,” tambah laporan itu.

Baca: Pentagon Benarkan Penetrasi IRGC ke Pusat Komando AS di Suriah

Dalam pidatonya di hari Minggu, Hajizadeh mengatakan, “Jika kita mengumumkan masalah ini hari ini, itu karena Amerika cukup kurang ajar untuk mengatakan bahwa mereka telah mengirim suku cadang yang rusak untuk [tujuan menyabotase] rudal kita.”

Menyinggung upacara pada hari sebelumnya, Hajizadeh mengatakan meskipun Amerika baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka ingin membatalkan program rudal Iran, “kami telah mengetahui tentang hal ini beberapa tahun yang lalu, tetapi kami tidak mengumumkannya kepada publik.”

“Mereka mencoba menyabotase beberapa bagian [rudal] untuk membuat rudal kami meledak saat terbang, tetapi mereka belum mampu melakukan apa pun hingga saat ini, karena kami telah memperkirakan ini dan telah memperkuat sektor ini,” ujar Komandan senior IRGC itu menekankan.

Jumat lalu, IRGC mengatakan telah menembus jaringan komando dan kontrol drone AS, merilis rekaman pesawat militer AS yang membom pesawat tanpa awak yang diretas karena khawatir bahwa itu mungkin berakhir di tangan angkatan bersenjata Iran. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: