News Ticker

Pengeran Mahkota Tunjuk Adiknya Jadi Wakil Menhan Saudi

Pengeran Mahkota Tunjuk Adiknya Jadi Wakil Menhan Saudi Pangeran Arab Saudi

Arrahmahnews.com, RIYADH – Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada hari Sabtu (23/02) telah menunjuk adik lelakinya sebagai wakil menteri pertahanan kerajaan Arab Saudi.

Pangeran kontroversial itu sendiri sudah menjabat sebagai menteri pertahanan sejak 2015 ketika ayahnya, Salman, mengambil alih kekuasaan di negara itu.

Khalid bin Salman diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan pada pangkat Menteri, dan dibebaskan dari posisinya sebagai Duta Besar Riyadh di Washington. Posisinya digantikan oleh Putri Reema binti Bandar bin Sultan yang diangkat menjadi duta besar Saudi untuk Amerika Serikat.

Baca: Putri Saudi, Reema Binti Bandar Bin Sultan Diusir dari Olimpiade Rio De Jeneiro

Menurut surat kabar Saudi, Khalid bin Salman sejatinya adalah pilot pesawat tempur dengan hampir 1.000 jam terbang.

Ia berpartisipasi langsung dalam agresi brutal Saudi terhadap rakyat Yaman, dan melancarkan serangan udara sebagai bagian dari agresi yang menyebabkan kematian dan melukai lebih dari empat puluh ribu warga sipil, termasuk wanita dan anak-anak, karena pemboman udara langsung sejak awal agresi di Maret 2015.

Menurut situs web berita Saudi, Pangeran Khaled berlatih secara ekstensif dengan militer AS di Amerika Serikat dan Arab Saudi, tetapi cedera di punggungnya memaksanya untuk berhenti terbang. Ia bekerja sebagai seorang perwira di kantor menteri pertahanan.

Baca: Pengakuan Israel Bagian dari Syarat Bantuan untuk Pastikan Bin Salman Naik Takhta

Pada akhir 2016, Khalid bin Salman pindah ke Amerika Serikat untuk bekerja sebagai penasihat di kedutaan Saudi di Washington, dan kemudian menjabat sebagai duta besar Saudi pada tahun 2017.

Langkah Bin Salman itu dilakukan saat Riyadh mendapat kecaman atas kejahatan perang dan catatan hak asasi manusianya.

Serangan koalisi yang dipimpin Saudi di Yaman telah menewaskan puluhan ribu warga sipil serta menghancurkan ribuan rumah, infrastruktur, fasilitas ekonomi, layanan dan perawatan kesehatan di Yaman, menyebabkan negara miskin itu menjadi tempat krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: