NewsTicker

Tentara AS Mentransfer 50 Ton Emas ISIS ke Washington

Arrahmahnews.com SURIAH – Tentara AS mentransfer emas ISIS yang diperkirakan berbobot sekitar 50 ton dari timur Suriah ke Amerika, sebuah sumber yang dekat dengan pasukan Kurdi, Minggu.

Bas News berbahasa Kurdi mengutip sumber Kurdi yang mengatakan bahwa Amerika telah mentransfer puluhan ton emas yang mereka ambil dari teroris ISIS di wilayah Baghouz, teggara Deir Ezzur ke negara mereka sendiri dan hanya menyimpan sebagian kecil dari harta yang harus diberikan kepada para pejuang Kurdi.

Sumber yang berbicara dengan syarat anonimitas menegaskan bahwa sekitar 50 ton emas ISIS telah dikirim ke AS dari pangkalan militer AS di Kobani, timur laut Aleppo.

BacaMilitan Dukungan AS Berburu Harta Karun Emas ISIS.

Laporan itu muncul ketika AS telah menggunakan bandara di selatan Kobani untuk mentransfer pengiriman dan peralatan militer dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam 24 jam terakhir, seorang pejabat senior Pasukan Demokrat Suriah (SDF) mengungkapkan bahwa teroris ISIS menggunakan visa Turki untuk melakukan perjalanan ke dan dari Suriah.

Mustafa Bali, direktur Media Center SDF, merilis gambar visa yang dikeluarkan oleh Turki untuk teroris ISIS di kota Baqouz, selatan Deir Ezzor.

Dia menambahkan bahwa puluhan visa serupa lainnya juga telah ditemukan, dan menegaskan bahwa hal itu membuktikan kolaborasi Turki dengan ISIS dalam perdagangan bebas anggotanya ke Suriah.

BacaSOHR: AS Incar 40 Ton Emas ISIS di Lembah Eufrat.

Visa yang dikeluarkan oleh Bali juga menunjukkan perdagangan teroris dari Turki ke Suriah.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah mengumumkan bulan lalu bahwa kehadiran Turki di Suriah adalah legal berdasarkan perjanjian Adana, yang disepakati oleh Ankara dan Damaskus pada tahun 1998, sementara salah satu paragraf paling penting dari perjanjian tersebut adalah mencegah lalu lintas teroris ke Suriah dan Turki oleh kedua negara. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: