News Ticker

Sorensen Rambu Langi: Air Mata Tulus Jokowi untuk Rakyat di SICC Sentul

Sorensen Rambu Langi: Air Mata Tulus Jokowi untuk Rakyat di SICC Sentul Jokowi Menangis

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Sorensen Rambu Langi menceritakan tentang air mata Jokowi di SICC Sentul Bogor saat pidato kebangsaan pada 24 Februari 2019, inilah air mata sang presiden untuk rakyat.

Sorensen menyatakan bahwa  baru kali ini saya melihat seorang Presiden berhenti begitu lama dalam orasinya. Dia berhenti menghapus sesuatu di bagian alis dan matanya, aku lihat dia terdiam sejenak entah apa yang dia pikirkan.

Aku lihat dia terdiam sejenak seperti hendak meneteskan air mata, sorak sorai massa yang hadir menggelorakan gedung malam itu, dia tertunduk dan mengelap entah apa yang dia lap dari wajahnya, aku rasa bukan keringat.

Baca: HARU! Air Mata Rakyat Doakan Jokowi

Saya memandangnya dari layar kaca, saya melihat dia ingin menangis di hadapan halayak umum, dia ingin berbagi rasa dengan orang-orang, dia ingin menangis tapi dialah Presiden kita.

Baca: Sri Kesuma: Tuah Iriana Jokowi

Dengan wajah yang seakan terlihat lelah dia tak mau terlihat pesimis di hadapan rakyat Indonesia, dengan semangat dalam dirinya dia bangkitkan jiwa-jiwa yang penuh optimisme, inovasi, konsistensi, kritis dan memiliki tekad kuat yang terpendam terkubur lama selama ini.

Jokowi Menangis

Jokowi Menangis

Pak, saya hanya melihatmu dari balik layar telpon pintarku aku lihat kau ingin menangis, karena terlalu banyak hinaan yang selama ini kau dapat, tapi kami selalu akan ada untukmu Pak, kami akan selalu ada.

Lama dia terdiam di atas podium tiba-tiba kalimat yang kuat keluar dari tenggorokannya yang kekar berbunyi lantang.

SAYA TUNGGU YANG INGIN MENGEMBALIKAN LAHAN NEGARA SEKARANG JUGA.

Seisi gedung bergemuruh dengan berteriak… Balikin.. Balikin.. Balikin.

Baca: Jokowi: Saya Kurus tapi Tak Takut untuk Kepentingan Rakyat dan Bangsa

Presiden kita kembali terdiam, aku lihat sorot matanya yang tajam ada cahaya yang berbinar binar hendak jatuh dari pelupuk matanya.

Pak kau boleh menangis, Pak kau boleh bersedih, Pak menangislah, agar hatimu bisa tenang kembali. Menangislah untuk sebuah cita-cita yang luhur, Pak jangan biarkan air matamu tak tumpah agar kami mengerti betapa hati kecilmu sangat tersakiti selama ini.

Pak Presiden jangan kau tahan air matamu itu, kami di sini hadir bersamamu, kami di sini melihatmu dari balik televisi dan telpon genggam milik kami, kami rakyat Indonesia yang memilihmu menggantungkan harapan dan cita-cita bangsa ini padamu. Kami tak gentar meski setan sekalipun mengancam. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: