News Ticker

Teriak Ganti Presiden Saat Acara Harlah NU di Tebing Tinggi, 8 Anggota FPI Diamankan Polisi

  • Kominfo
  • Pelantikan Jokowi, Kriminal, Dana
  • Vladimir Putin
  • Mengungkap dalang kerusuhan 22 mei
  • PBB Evakuasi pejuang Houthi
  • Bendera Teroris Suriah
  • Jokowi Resmikan Kampus Muhammadiyah
  • Saudi-UEA di Yaman
Teriak Ganti Presiden Saat Acara Harlah NU di Tebing Tinggi, 8 Anggota FPI Diamankan Polisi Sumber, Tribun News

Arrahmahnews.com, MEDAN – Sebanyak 8 orang anggota dari Front Pembela Islam (#FPI) Kota #TebingTinggi, #Sumut terpaksa harus diamankan oleh pihak kepolisian saat acara kegiatan Tabligh Akbar dan Tausiyah Kebangsaan sekaligus pelantikan IPNU-IPPNU yang dihelat dalam rangka memperingati hari lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-93 di Lapangan Sri Mersing Kota Tebing Tinggi, diwarnai kekisruhan, Rabu (27/2/2019) pagi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan peristiwa ini berawal ketika penceramah Gus Muwafiq menyampaikan tausiyahnya. Kemudian, sekitar pukul 11.40 WIB, datang seorang anggota FPI Tebing Tinggi yang juga merupakan mantan Ketua DPC FPI Padang Hilir, bernama Suhairi Alias Gogon dan rekannya, berusaha masuk sambil berteriak-teriak ke lokasi kegiatan minta ganti presiden.

Baca: Video Pembakaran Kaos dan Spanduk Massa Pro Prabowo di Sampang Hingga Nyaris Bentrok

Personil polisi yang sedang bertugas mengamankan kegiatan tersebut langsung membawa pentolan FPI ke Polres Tebing Tinggi untuk dimintai keterangan. Kemudian, kata Tatan, petugas pengamanan berupaya untuk mengingatkan dan meminta Suhairi agar tidak membuat keributan dan kegaduhan.

Bahkan Kapolda Sumut Geram, Tabligh Akbar Harlah NU di #Tebingtinggi Diganggu Provokator seperti dalam akun youtube di bawah ini

Namun Suhairi dan kawan-kawannya merasa tidak terima atas kegiatan tersebut, lantaran pihaknya menilai sesat, sembari mendesak kegiatan dibubarkan.

“Kemudian personel pengamanan berusaha untuk menghalau dan mengingatkan pihak Suhairi agar tidak masuk ke dalam areal kegiatan. Akan tetapi Suhairi tidak terima dan membuat provokasi untuk membubarkan acara tersebut,” ujarnya. Masih dikatakan Tatan, Suhairi dan rekan-rekannya juga memaksa ibu-ibu yang ikut pengajian itu, untuk berdemo. Namun ajakan tersebut di tolak.

Baca: Wahabi, HTI dan Kelompok Radikal Kompak Hancurkan Pancasila dan NU

“Kemudian personel Polres Tebing Tinggi langsung melakukan pengamanan, dan mengamankan sebanyak 8 anggota FPI yang sengaja membuat keonaran dan kericuhan di kegiatan itu,”ujarnya. Adapun kedelapan anggota FPI itu, masing-masing, Suhairi Alias Gogon (46), anggota FPI/Mantan Ketua DPC FPI Padang Hilir, warga Datuk Bandar Kajum, Tebing Tinggi.

Kemudian Syahrul Amri Sirait (45), Ketua DPC FPI Padang Hilir, warga Jalan Kutilang BTN Purn Abri, Tebing Tinggi. Selanjutnya, Muhammad Fauzi Saragih (53), Simpatisan FPI, warga Dusun XV Mesjid, Serdang Bedagai. Kemudian, Muhammad Husni Habibie Nasution (26), Wali Laskar FPI, warga Jalan Gunung Leuser, Kota Tebing Tinggi.

Baca: Netizen: Kenapa Kelompok Radikal Ingin Hancurkan NU?

Berikutnya, M Anjas (35) simpatisan FPI, warga Jalan Pulau Sumatera, Kota Tebing Tinggi. Lalu Arif Darmadi (29) anggota DPC FPI Tebing Tinggi, warga Jalan Datuk Bandar Kajum, Kota Tebing Tinggi. Selanjutnya, Amirudin Sitompul (43) Panglima Jihad FPI, warga Jalan Pulau Samosir, Kecamatan Padang Hulu. Serta Oni Qital (23) Kadiv Aksi Front Mahasiswa Islam, warga Jalan Ksatria, Kota Tebing Tinggi. “Kedelapannya saat ini sedang dilakukan interogasi di Satreskrim Polres Tebing Tinggi,”ujarnya. (ARN/TribunNews)

Iklan
  • Ryamiard Ryacudu
  • Pesan Damai Mbah Moen
  • Amien Rais, Kartu Mati
  • Indonesia Lawyer Club (ILC)
  • Takfirisme
  • Denny Siregar, Perang Besar Jokowi Lawan Mafia Lahan
  • Cuitan Gus Nadir

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: