NewsTicker

80 Pengungsi Tewas di Kamp yang Dikelolah oleh SDF di Hasaka

80 Pengungsi Tewas di Kamp yang Dikelolah oleh SDF di Hasaka Foto, Anak Pengungsi

Arrahmahnews.com, SURIAH – Puluhan pengungsi tewas karena kekurangan obat-obatan dan makanan di sebuah kamp yang dikendalikan oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS di provinsi Hasaka, aktivis media melaporkan pada hari Kamis.

Aktivis media melaporkan bahwa hanya dalam 24 jam terakhir, 7 anak-anak dan 2 wanita telah meninggal karena kurangnya medis dan perawatan di kamp pengungsi al-Hawl, tenggara Hasaka.

Mereka menambahkan bahwa hampir 14.000 keluarga, yang terdiri dari 47.000 orang, tinggal di kamp tersebut dengan kekurangan makanan, obat-obatan, kebersihan, dan memperingatkan bahwa anak-anak berada dalam kondisi kritis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada hari Rabu bahwa 73 pengungsi Suriah telah tewas di kamp al-Hawl dalam beberapa bulan terakhir, dan menambahkan bahwa dua pertiga dari mereka adalah anak-anak.

BacaKurdi Desak Pemulangan Wanita dan Anak-anak ISIS ke Negara Asal

Setidaknya 29 anak-anak dan bayi baru lahir dilaporkan telah meninggal selama delapan minggu terakhir, terutama karena hipotermia, saat bepergian ke kamp atau tidak lama setelah kedatangan, WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan pada awal Februari.

Dikatakan sekitar 23.000 orang, terutama wanita dan anak-anak yang melarikan diri dari perang di daerah pedesaan tetangga Deir Ezzor, telah mencapai kamp selama periode itu.

Baca: SDF PECAH! Komandan Senior Al-Jaraba Merapat ke Suriah dan Rusia

Para pengungsi Suriah yang mengungsi di kamp al-Hawl pada awal bulan ini, menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran atas kematian puluhan anak.

Sumber-sumber lapangan dari provinsi Hasaka melaporkan bahwa aksi unjuk rasa diadakan untuk memprotes ketidakmampuan SDF untuk memasok kebutuhan ke pengungsi yang berada di kamp.

Populasi kamp menderita kekurangan kebutuhan pokok dan komoditas, kebersihan dan cuaca dingin yang telah menyebabkan kematian setidaknya 36 anak sejauh ini, kata penduduk setempat. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: