News Ticker

Robert Fisk: Ada Jejak Israel Dibalik Konflik India-Pakistan

LONDON – Seorang kolumnis terkemuka asal Inggris berpendapat bahwa hubungan yang semakin erat antara Israel dengan India telah berkontribusi pada meningkatnya ketegangan antara India dan Pakistan, di tengah kekhawatiran konflik habis-habisan antara dua negara rival bersenjata nuklir itu.

Robert Fisk, analis senior yang menulis untuk The Independent, mengatakan dalam sebuah artikel pada hari Kamis (28/02) bahwa Israel berusaha keras untuk memanfaatkan sentimen anti-Muslim di kalangan nasionalis Hindu di India untuk menjual lebih banyak persenjataan ke New Delhi.

Fisk mengatakan bahwa peningkatan ketegangan baru-baru ini antara India dan Pakistan sebenarnya merupakan produk dari pengaruh Israel yang berkembang di pemerintahan New Delhi, menegaskan bahwa sidik jari Israel terlihat di seluruh konflik.

Baca: India Gunakan Rudal Israel dalam Serangan ke Pakistan

India melancarkan serangan udara pada posisi Pakistan awal pekan ini setelah 40 tentaranya tewas dalam serangan militan di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Konflik telah mendapat liputan luas oleh media di Inggris, sebuah negara yang dihuni oleh sekitar 1,4 juta orang yang berasal dari India dan komunitas 1,2 juta warga Pakistan Inggris.

Fisk mengatakan bahwa penggunaan “bom pintar” Rafael Spice-2000 yang merupakan produk Israel oleh militer India dalam serangannya terhadap posisi militan di Pakistan, adalah bukti nyata bahwa rezim di wilayah Palestina yang diduduki itu mendapat keuntungan dari konflik ini.

Fisk, seorang jurnalis dan penulis pemenang penghargaan, mengatakan bahwa Israel berusaha memanfaatkan kekuatan yang tumbuh dari pemerintah nasionalis sayap kanan Perdana Menteri India Narendra Modi dengan berpura-pura bahwa kedua pemerintah sama-sama diserang oleh Muslim.

Fisk mengatakan bahwa India adalah klien senjata terbesar Israel pada tahun 2017, yang telah menghabiskan 700 juta dolar untuk belanja pertahanan udara dari Israel. Ia mengatakan bahwa Israel meyakinkan pemerintah India tentang kekuatan mematikan senjatanya dengan memberikan bukti penggunaannya di Palestina dan di Suriah.

Baca: Hastag #SayNoToWar Viral di Twitter India dan Pakistan

Kebuntuan antara kedua negara tetangga telah meningkat secara dramatis sejak 14 Februari, ketika pasukan paramiliter India di sisi Kashmir yang dikuasai New Delhi dihantam oleh serangan bom mematikan yang dirancang oleh militan yang berbasis di Pakistan.

Ketegangan mencapai puncaknya pada hari Selasa, ketika India mengatakan telah melakukan serangan udara “preemptive” terhadap apa yang digambarkan sebagai kamp pelatihan militan di Balakot Pakistan.

Baik Islamabad dan New Delhi juga mengklaim telah saling menembak jatuh pesawat tempur satu sama lain di dekat perbatasan Kashmir yang disengketakan, menuduh satu sama lain saling melanggar wilayah udara masing-masing.

Kashmir telah terpecah antara India dan Pakistan sejak pemisahan pada tahun 1947. Kedua negara mengklaim berhak atas seluruh Kashmir dan telah berperang tiga kali di wilayah tersebut.

Pasukan India berada dalam bentrokan konstan dengan kelompok-kelompok bersenjata yang mencari kemerdekaan Kashmir atau penggabungannya dengan Pakistan.

India sejak lama menuduh Pakistan mempersenjatai dan melatih gerilyawan dan mengizinkan mereka melintasi perbatasan yang bergolak dalam upaya melancarkan serangan. Pakistan membantah keras tuduhan itu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: