NewsTicker

VIRAL! Imam Besar Mesir Larang Poligami, Begini Penjelasannya!

Arrahmahnews.com KAIRO – Seorang Imam Mesir yang sangat berpengaruh telah memicu kontroversi karena menggambarkan poligami sebagai “ketidakadilan” bagi perempuan yang dipraktikkan oleh orang-orang yang tidak memahami Alquran.

Sheikh Ahmed al-Tayeb, yang mengepalai masjid dan universitas terkenal Al-Azhar Mesir, membuat komentar di Twitter dan pada acara televisi mingguan.

BacaImam Besar Al-Azhar Seru Muslimin ‘Rangkul’ Komunitas Kristen Setempat.

Ulama berpengaruh, yang bertemu Paus Francis pada bulan Februari, mengatakan praktik itu adalah hasil dari “kurangnya pemahaman tentang Alquran dan sunnah Nabi Saw.”

“Mereka yang mengatakan bahwa pernikahan harus berpoligami semuanya salah,” katanya pada program TV, dan menambahkan bahwa setiap pria Muslim yang menginginkan banyak istri harus mematuhi ketentuan tertentu yang mengatur keadilan, “jika tidak ada keadilan dilarang memiliki beberapa istri,” ujarnya.

Imam Besar, yang dianggap sebagai salah satu otoritas tertinggi dalam pemikiran Islam Sunni, tidak membatasi komentarnya hanya pada pernikahan, ia juga membuat komentar yang lebih luas tentang perlunya memperbaiki posisi perempuan di masyarakat.

“Perempuan mewakili setengah dari masyarakat, jika kita tidak peduli pada mereka, itu seperti kita berjalan dengan satu kaki saja,” katanya.

BacaImam Besar Al-Azhar Sebut Medsos Banyak Dipakai Adu Domba.

Komentar Tayeb memicu kontroversi besar di media sosial, banyak yang bertepuk tangan sementara yang lain memilih mencibirnya.

Lembaga Al-Azhar diminta untuk mengeluarkan pernyataan yang mengklarifikasi bahwa Tayeb tidak menyerukan larangan poligami, seperti yang diklaim beberapa pihak.

Komentar grand imam disambut oleh Dewan Nasional Mesir untuk Wanita.

“Agama Islam menghormati wanita, itu membawa keadilan dan banyak hak yang tidak ada sebelumnya,” kata presiden Dewan Maya Morsi dalam mengungkapkan “apresiasi dan terima kasih yang mendalam” kepada Tayeb. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: