NewsTicker

Abdul-Malik Houthi: Normalisasi dengan Israel Bertentangan dengan Ajaran Islam

Abdul-Malik Houthi: Normalisasi dengan Israel Bertentangan dengan Ajaran Islam Abdul Malik Houthi

Arrahmahnews.com, SANA’A – Pemimpin gerakan Yaman Houthi Ansarullah mengecam keras upaya sejumlah negara Arab dan kerajaan Teluk Persia untuk menormalkan hubungan diplomatik dengan rezim Israel, menekankan bahwa upaya tersebut bertentangan dengan ajaran Islam.

Dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibukota Yaman, Sana’a, pada hari Minggu sore (03/03), Abdul-Malik al-Houthi mengatakan, “Rezim Israel adalah mitra untuk agresi militer yang sedang berlangsung terhadap Yaman. Permusuhan mereka terhadap Yaman sangat tercermin dalam laporan-laporan media mereka. Administrasi (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu terlibat dalam serangan ini.”

Baca: Houthi: Kehadiran Kubu Pro-Hadi di Warsawa Bukti Ketundukan pada Rezim Israel

Ia menambahkan, “Konferensi Warsawa yang memalukan (sebuah pertemuan internasional yang diselenggarakan oleh Washington di ibukota Polandia pada 13-14 Februari) sebenarnya merupakan deklarasi normalisasi dan kemitraan dengan Israel.

“Tidak ada normalisasi dan hubungan dengan musuh Israel kecuali dengan mengorbankan Palestina dan pengakuan pendudukan (rezim Tel Aviv).”

Pemimpin Ansarullah itu lebih lanjut menunjukkan bahwa normalisasi hubungan dengan rezim Tel Aviv akan membuka jalan bagi orang-orang Amerika dan Israel untuk memajukan proyek-proyek mereka di kawasan Timur Tengah.

Baca: Pemimpin Houthi: Saudi-UAE Bersaing untuk Melayani AS dan Israel

“Pendudukan di bagian manapun di dunia Muslim adalah upaya untuk menargetkan Muslim. Normalisasi hubungan dengan musuh Israel merupakan pertentangan bagi semua orang yang berselisih dengan rezim Tel Aviv. Normalisasi seperti itu berjalan bertentangan dengan ajaran Islam,” tegas Houthi.

Pernyataan Houthi disampaikan di tengah laporan yang menunjukkan bahwa Israel dan beberapa negara Arab telah memiliki kontak rahasia selama bertahun-tahun, dan kedua pihak telah meningkatkan upaya mereka untuk membawa hubungan klandestin mereka di tempat terbuka.

Rezim Israel baru-baru ini meluncurkan kembali “kedutaan virtual” dalam upaya untuk “mempromosikan dialog” dengan negara-negara Arab Teluk Persia. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: