NewsTicker

Alasan Konyol Trump atas Kegagalan Negoisasi dengan Kim Jong-Un

WASHINGTON DC – Presiden AS Donald Trump menyalahkan Demokrat atas kegagalan pertemuan puncak keduanya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un pekan lalu.

Dalam sebuah tweet pada hari Minggu, Trump mengatakan bahwa keputusan Demokrat untuk menanyai mantan orang dekatnya, pengacara Michael Cohen, mungkin berkontribusi pada kegagalan negosiasi karena wawancara dilakukan bersamaan dengan pertemuan puncaknya dengan Kim di Hanoi, Vietnam.

“Untuk Demokrat yang menanyai seorang pembohong dan penipu yang bersalah dalam audiensi terbuka, pada waktu yang sama saat digelarnya Pertemuan Nuklir yang sangat penting dengan Korea Utara, mungkin menjadi keburukan terbaru dalam politik Amerika dan mungkin telah berkontribusi terhadap ‘walk’,” sebut Trump via akun Twitter pribadinya, merujuk pada keputusannya ‘berjalan menjauh’ dari hal yang disebutnya sebagai ‘kesepakatan buruk’ dengan Kim Jong-Un.

“Jangan pernah dilakukan saat seorang presiden sedang di luar negeri. Memalukan!” imbuh Trump seperti dilansir Reuters, pada Hari Senin (04/03).

Baca: KTT Trump-Kim Berakhir Lebih Cepat, Gagal Hasilkan Kesepakatan

Setelah KTT pada hari Kamis, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa “ia harus pergi” dari perundingan dengan alasan tuntutan Pyongyang terlalu tinggi yaitu mencabut semua sanksi ekonomi sebagai prasyarat untuk denuklirisasi.

“Pada dasarnya, mereka ingin sanksi dicabut seluruhnya, tetapi kami tidak bisa melakukan itu … kami harus meninggalkannya,” kata Trump.

Namun penasihat keamanan nasionalnya, John Bolton, memproyeksikan pandangan yang berbeda tentang pertemuan Hanoi, menyebutnya sukses. Muncul dalam tiga wawancara televisi pada hari Minggu, Bolton mengatakan Trump telah memajukan kepentingan keamanan nasional AS dengan menolak kesepakatan yang buruk saat bekerja untuk meyakinkan Kim untuk melakukan kesepakatan besar yang benar-benar dapat membuat perbedaan bagi Korea Utara.”

Baca: Pejabat Korut: Kim Mungkin Tak Lagi Tertarik Bicarakan Denuklirisasi dengan Trump

Cohen dihari yang sama dengan pertemuan Trump-Kim, memberikan kesaksian di hadapan Komite Pengawasan Dewan, mengatakan bahwa “hari-hari … melindungi presiden dengan segala cara telah berakhir.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: