News Ticker

GEMPAR! Media Asing Wawancarai Anak ISIS Asal Indonesia yang Terlantar di Suriah

GEMPAR! Media Asing Wawancarai Anak ISIS Asal Indonesia yang Terlantar di Suriah Shamil

Arrahmahnews.com, BAGHOUZ – Seorang remaja asal Indonesia tertangkap kamera media asing menjadi salah satu diantara militan yang tergabung bersama kelompok teroris ISIS dan warga sipil yang melarikan diri dari kubu terakhir kelompok terror tersebut di sebelah timur Eufrat.

Remaja yang sekilas tampak masih berumur belasan tahun itu diwawancara oleh koresponden media Kurdistan Irak, rudaw, yang dirilis pada Jum’at (01/03/2019) lalu, saat tengah bersama anggota lain dari kelompok teror tersebut, termasuk beberapa militan asing.

Baca: Pengakuan Tiga Wanita Indonesia: ISIS Doyan Seks Bukan Jihad

“Nama saya Shamil, saya orang Indonesia, dari Jakarta, terus Hijrah ke Daulah” katanya memperkenalkan diri, menambahkan alasannya datang ke Suriah.

Shamil menjelaskan bahwa saat ia belajar dalam kelompok teror tersebut, selain mempelajari ajaran “agama”, mereka juga diajarkan tentang berbagai senjata.

Baca: Waspadai Penyusupan Gerakan Ganti Presiden oleh Teroris

“Belajar, belajar tauhid, al-qur’an, senjata-senjata,” katanya.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dukungan AS kemudian memproses dan menerimanya.

SDF menuntut organisasi internasional untuk membantu merehabilitasi anak-anak terlantar ini.

“Anak-anak ini yang kehilangan orang tua mereka dirawat di sekolah-sekolah Syari’ah oleh gangster ISIS. Mereka memiliki lembaga khusus untuk mengajar Syariah (ala ISIS). Tetapi ketika kami menerima anak-anak seperti itu, ada organisasi kemanusiaan internasional yang menangani (rehabilitasi) mereka, ”kata Adnan Afrini, seorang komandan SDF.

SDF mengatakan bahwa mereka membedakan antara militan ISIS yang menyerahkan diri dan mereka yang bersumpah untuk bertarung sampai menit terakhir.

Baca: ISIS Rilis Pelaku Bom Bunuh Diri Asal Indonesia yang Tewas di Palmyra

Terlihat tersesat dan kelelahan di padang pasir timur Suriah, al-Baghouz, sekitar 350 tentara ISIS telah meletakkan senjata mereka dalam beberapa hari terakhir.

“Saya adalah salah satu anggota daulah, ISIS, saya menyerah dan tidak ingin lagi berperang,” kata Mohammed Sheikh.

Dia menggambarkan situasi di al-Baghouz sebagai situasi yang “tragis”. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: