News Ticker

Analis Amerika: Fakta Hizbullah Makin Kuat Jadikan Zionis dan Pendukungnya Gila

Arrahmahnews.com, MADISON – Seorang komentator politik Amerika mengatakan bahwa keputusan London untuk memberlakukan larangan penuh pada kegiatan Hizbullah Lebanon dibuat karena gerakan perlawanan saat ini telah menjadi lebih besar, lebih kuat, dan lebih sukses dari sebelumnya, sebuah fakta yang “mendorong Zionis (dan pendukung mereka) menjadi gila”.

“Barat yang didominasi Zionis panik pada kegagalan proyek perubahan rezim mereka di Suriah. Dan Zionis masih kesal dari luka kekalahan 2006 mereka di tangan Hizbullah. Sekarang Hizbullah lebih besar, lebih kuat, dan lebih sukses dari sebelumnya. Ini membuat Zionis gila, ”kata Kevin Barrett kepada Tasnim dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Hari Senin (04/03).

Baca: Hizbullah: Pelabelan Teroris oleh Inggris adalah Penghinaan untuk Lebanon

“Saya terpana tapi tidak terkejut. Langkah Inggris ini mengabaikan definisi terorisme, yaitu: “taktik militer yang terdiri dari sengaja menargetkan warga sipil untuk menimbulkan rasa takut.” Jadi kelompok teroris adalah kelompok yang menggunakan taktik ini. Militer Inggris, sepanjang sejarah, telah menjadi kelompok teroris, mungkin yang terburuk yang pernah ada. Sebaliknya, Hezbollah adalah kelompok anti-teroris. Seluruh tujuannya adalah untuk memerangi terorisme sistematis yang dipraktikkan oleh Zionis dan para takfiri. Dalam memerangi teroris terburuk di kawasan ini, Hizbullah sendiri tidak menggunakan taktik terorisme. Jadi pelabelan Hizbullah sebagai “teroris” adalah kebohongan yang keterlaluan”, ujarnya.

Langkah Inggris ini dinilai Barret tidak akan berdampak besar bagi Hizbullah kecuali justru meningkatkan popularitas mereka di kawasan yang masih memiliki kenangan buruk tentang imperialisme Barat dan Inggris.

Mengenai pujian Arab Saudi atas langkah yang diambil London untuk melabeli Hizbullah dengan kelompok terir, Barret menyebut bahwa kedua negara itu saat ini adalah teroris terburuk di kawasan, karenanya mereka senang melihat negara kuat Eropa berbohong tentang siapa yang sebenarnya adalah teroris.

Baca: Partai Buruh Pertanyakan Keputusan Mendagri Inggris soal Pelarangan Hizbullah

“Israel dan Arab Saudi adalah teroris terburuk di kawasan. Zionis secara sistematis menargetkan warga sipil Palestina dan Lebanon. Dan Arab Saudi mensponsori kelompok takfiri ekstremis yang juga secara sistematis menargetkan warga sipil. Jadi kedua rezim teroris ini senang melihat negara-negara Barat yang kuat berbohong tentang siapa sebenarnya teroris itu,” ungkapnya lebih lanjut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: