NewsTicker

PERTAMA KALI! Arab Saudi Dikecam di Dewan HAM PBB

JENEWA – Arab Saudi akan dikecam untuk pertama kalinya di Dewan Hak Asasi Manusia PBB atas catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia, terutama untuk penahanan aktivis hak-hak perempuan dan pembunuhan brutal terhadap jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di Turki.

Dalam sebuah pernyataan bersama yang akan dibacakan pada hari Kamis (07/03) esok, negara-negara Eropa akan mendesak Arab Saudi untuk membebaskan aktivis yang ditahan dan bekerja sama dengan penyelidikan yang dipimpin PBB terkait pembunuhan Khashoggi.

Para diplomat dan juru kampanye di PBB menyebut bahwa hal ini akan menjadi teguran pertama kerajaan di Dewan Hak Asasi Manusia.

Baca: Analis: Arab Saudi, AS, Israel Harus Dikeluarkan dari Dewan HAM PBB

“Islandia telah memimpin prakarsa ini, memenangkan dukungan dari negara-negara Eropa dan mungkin delegasi dari kawasan lain untuk kritik terhadap Arab Saudi, sebuah negara anggota dari 47 negara di forum ini,” kata para aktivis.

“Kami percaya bahwa anggota Dewan memiliki tanggung jawab khusus untuk memimpin dengan memberi contoh dan menempatkan dalam agenda Dewan isu-isu hak asasi manusia yang membutuhkan perhatian kolektif kami,” kata seorang diplomat Islandia sebagaimana dikutip Reuters.

Kelompok HAM, Human Rights Watch (HRW) menyambut langkah Dewan HAM PBB tersebut. HRW menyatakan, negara-negara anggota Dewan HAM PBB harus mendesak Saudi bekerja sama dalam penyelidikan pembunuhan Khashoggi, berhenti menargetkan aktivis, jurnalis dan membebaskan orang-orang yang ditahan secara keliru.

Baca: UE Desak Arab Saudi Jelaskan Soal Penahanan Aktivis

“Tak ada negara yang di atas hukum,” tegas John Fisher, Direktur HRW untuk Jenewa, Swiss.

Islandia terpilih tahun lalu untuk menduduki kursi di dewan untuk pertama kalinya, menggantikan Amerika Serikat yang berhenti karena apa yang dikatakannya merupakan bias anti-Israel. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: