News Ticker

The Guardian: Keretakan Hubungan Raja dan Putra Mahkota Saudi Kian Lebar

The Guardian: Keretakan Hubungan Raja dan Putra Mahkota Saudi Kian Lebar Poster Raja Salamn dan MbS

Arrahmahnews.com, RIYADH – Surat kabar Inggris, the Guardian melaporkan pada Hari Selasa (05/03) bahwa mereka menerima informasi ada tanda-tanda keretakan yang semakin lebar dan berpotensi mengganggu kestabilan antara raja Arab Saudi dan ahli warisnya, putra Mahkota Muhammad bin Salman.

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud dan Putra Mahkotanya disebut-sebut tidak sepaham atas sejumlah masalah kebijakan penting dalam beberapa pekan terakhir, termasuk perang di Yaman.

Baca: Mohammed Bin Salman Siapkan Upacara Pelantikannya Sebagai Raja Saudi

Kegelisahan ini dikatakan telah meningkat sejak pembunuhan wartawan Turki Jamal Khashoggi di Turki, yang menurut laporan CIA diperintahkan oleh Pangeran Mohammed. Namun, ketegangan-ketegangan ini meningkat secara dramatis pada akhir Februari ketika raja berusia 83 tahun itu mengunjungi Mesir dan diperingatkan oleh para penasihatnya bahwa ia beresiko terhadap kemungkinan adanya langkah-langkah melawannya.

Menurut sumber the Guardian, Rombongan Raja begitu waspada terhadap kemungkinan ancaman terhadap otoritasnya sehingga tim keamanan baru, yang terdiri lebih dari 30 loyalis pilihan dari kementerian dalam negeri, diterbangkan ke Mesir untuk menggantikan tim yang ada.

Baca: Warbler Saudi Ungkap Rencana Putra Mahkota Singkirkan Raja Salman

Sumber menambahkan bahwa langkah itu dilakukan sebagai bagian dari tanggapan cepat, dan mencerminkan kekhawatiran bahwa beberapa staf keamanan asli mungkin lebih setia kepada pangeran.

“Penasihat raja juga memecat personil keamanan Mesir yang menjaganya saat ia berada di Mesir,” sumber itu menambahkan.

Baca: Guardian: Raja Salman dan Putra Mahkota Akan Berakhir Seperti Shah Iran

Gesekan dalam hubungan ayah-anak ini dipertegas ketika pangeran tidak termasuk di antara mereka menyambut kepulangan raja.

Siaran pers resmi yang mencantumkan para tamu di bandara di Riyadh mengkonfirmasi Pangeran Mohammed tidak ada di antara mereka, menambah spekulasi bahwa itu dimaksudkan sebagai penghinaan terhadap putra mahkota. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: