News Ticker

Mantan Pengacara Trump Bawa Sejumlah Dokumen Baru ke Kongres

Mantan Pengacara Trump Bawa Sejumlah Dokumen Baru ke Kongres Kongres AS

Arrahmahnews.com, WASHINGTON – Mantan Pengacara Presiden AS Donald Trump, Michael Cohen, telah memberikan kepada anggota parlemen AS, beberapa dokumen baru terkait pernyataannya sebelumnya.

Dihukum tiga tahun di balik jeruji besi dan diperintahkan untuk membayar denda 50.000 dolar tahun lalu, Cohen seharusnya pergi ke penjara hari Rabu, tetapi sebaliknya dia pergi ke Capitol Hill untuk menguraikan tentang dugaan kejahatan Presiden AS Donald Trump.

Baca: Michael Cohen Akui Bayar Selingkuhan Trump

Cohen muncul pada Hari Rabu di depan Komite Intelijen Dewan, di mana ia memberi para pembuat undang-undang itu dokumen baru, mendukung klaimnya bahwa pernyataan tertulis yang ia sampaikan ke Kongres pada 2017 telah diedit dan ditinjau oleh pengacara Trump, putrinya Ivanka, dan suaminya, Jared Kushner, keduanya melayani sebagai penasihat di Gedung Putih.

Kesaksiannya di 2017 adalah tentang proyek Trump Tower Moscow di tengah kampanye presiden 2016, yang memenangkan Presiden Trump.

Baca: Alasan Konyol Trump atas Kegagalan Negoisasi dengan Kim Jong-Un

Cohen mengatakan selama kesaksiannya di DPR pekan lalu, bahwa ada perubahan yang dibuat berupa tambahan oleh Jay Sekulow, untuk Trump. Ada beberapa perubahan yang dilakukan termasuk bagaimana kami akan menangani pesan itu, yang pesannya tentu saja adalah mengenai lamanya waktu proyek Trump Tower Moscow bertahan dan tetap hidup.”

Pengacara pribadi Trump saat itu, Jay Sekulow, menolak tuduhan itu, dengan menyatakan bahwa “kesaksian Michael Cohen bahwa pengacara untuk Presiden mengedit atau mengubah pernyataannya kepada Kongres untuk mengubah durasi negosiasi Menara Trump Moskow benar-benar salah.”

Cohen telah muncul tiga kali di Capitol Hill pekan lalu. Ia memberi kesaksian tertutup di hadapan Komisi Intelijen DPR dan Komisi Intelijen Senat, selain kesaksian terbuka di hadapan Komisi Pengawasan DPR. Pada saat itu Cohen mengatakan Trump adalah seorang penipu yang memerintahkannya untuk menutupi skandalnya dengan dua perempuan, dan berbohong mengenai bisnisnya di Rusia.

Baca: 4 Strategi Licik Terbaru Israel-Saudi Cs di Kawasan

Ketua-ketua Komisi Intelijen, Komisi Hubungan Luar Negeri dan Komisi Pengawasan DPR, Selasa, mengajukan permohonan bersama ke Gedung Putih untuk menyerahkan dokumen-dokumen terkait komunikasi Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, menyusul munculnya tudingan bahwa Trump berusaha menyembunyikan rincian interaksi-interaksi tersebut.

Secara terpisah, Komisi Hukum DPR meminta Gedung Putih menyerahkan dokumen-dokumen dari 81 orang sebagai bagian dari penyelidikan tuduhan korupsi, pelanggaran, dan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Presiden Trump, para pembantunya dan anggota pemerintahannya.

Trump sendiri mengecam penyelidikan-penyelidikan tersebut sebagai usaha Partai Demokrat yang sangat mengada-ada dalam mencari kesalahan di pemerintahannya. Di Twitter, ia menyebut penyelidikan yang dilangsungkan Komisi Hukum DPR melampaui wewenang, dan menuding kubu Demokrat melanggar hukum. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: