News Ticker

Suriah: Laporan OPCW Penuh Penyimpangan Fakta

DAMASKUS – Pemerintah Suriah “secara tegas menolak” sebuah laporan oleh pengawas senjata kimia global yang menyebut bahwa senjata terlarang telah digunakan di pinggiran Damaskus tahun lalu, menuduh Barat membuat kebohongan melalui tentara bayarannya di negara Arab itu, dan sebagaimana sebelumnya, laporan OPCW kali ini juga penuh penyimpangan Fakta.

Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) mengumumkan pada 1 Maret bahwa berdasarkan temuan inspekturnya, “bahan kimia beracun” yang mengandung klorin telah digunakan dalam bentrokan antara militer Suriah dan militan anti-pemerintah di kota Douma, dekat ibukota Damaskus pada 7 April 2018.

Baca: Jendral Rusia: OPCW Harus Fokus pada Serangan Kimia Teroris di Aleppo

“Republik Arab Suriah tegas menolak kesimpulan dari tim misi,” kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh kantor berita negara, SANA. “(Laporan ini) tidak berbeda dengan laporan sebelumnya dari misi tersebut, yang penuh dengan penyimpangan fakta.”

Pernyataan itu mengecam OPCW karena mengabaikan laporan saksi mata bahwa kelompok-kelompok teroris telah melakukan skenario serangan kimia dengan bantuan kelompok pemberi bantuan palsu White Helmets, yang diketahui berhubungan dengan Inggris. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: