News Ticker

Iran Desak Pakistan Bertindak Tegas Basmi Terorisme

TEHERAN – Presiden Hassan Rouhani mendesak Pakistan untuk mengambil tindakan tegas dalam menangani teroris negara itu yang telah bertindak melawan Republik Islam Iran.

Dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada hari Sabtu (09/03), presiden Iran itu mengatakan bahwa Teheran dan Islamabad tidak boleh membiarkan “sekelompok teroris,” yang merupakan alat di tangan negara lain, untuk mempengaruhi hubungan ramah mereka selama puluhan tahun.

Ia mengatakan negara Iran dan Pakistan selama ini menikmati hubungan “teladan dan historis”, menyerukan pejabat senior kedua negara untuk membantu mempromosikan hubungan bilateral tersebut.

Baca: India; Pakistan adalah Negara Teroris

“Kita seharusnya tidak mengizinkan pihak ketiga mana pun untuk mempengaruhi hubungan Iran-Pakistan melalui langkah-langkah mereka,” kata Rouhani.

Menunjuk serangan bom teroris bulan lalu di provinsi tenggara Sistan dan Baluchestan Iran, Rouhani mengatakan Teheran tahu dengan baik di mana kelompok-kelompok teroris yang menggunakan tanah Pakistan untuk melakukan serangan terhadap bangsa Iran berada, menambahkan, “Kami sedang menunggu tindakan tegas anda (Pakistan) terhadap para teroris ini. “

“Kami sepenuhnya siap bekerja sama dengan tentara dan pemerintah Pakistan untuk membasmi para teroris ini yang kehadirannya tidak berpihak pada kami, anda atau kawasan ini,” tambahnya.

Presiden Iran tersebut juga menekankan bahwa Teheran berusaha menjaga hubungan persahabatan dengan Islamabad.

Baca: Pakistan Terima Tawaran Iran jadi Mediator Konflik dengan India

Pada 13 Februari, sebuah mobil bermuatan bahan peledak menabrak bus yang membawa sejumlah pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di jalan antara kota Zahedan dan Khash, membuat 27 di antara mereka tewas dan 13 lainnya luka-luka.

Kelompok teroris Jaish ul-Adl, yang terkait dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas pemboman itu.

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengecam serangan teroris berdarah itu, dengan mengatakan bahwa agen mata-mata dari negara-negara regional dan ekstra-regional tertentu memiliki andil dalam kejahatan ini. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: