NewsTicker

90 Anak Pengungsi Meninggal di Kamp Hasaka yang Dijalankan oleh SDF

Arrahmahnews.com SURIAH – Lebih dari 90 anak-anak Suriah tewas sebagai akibat dari memburuknya kondisi kamp al-Hawl yang dijalankan oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF) yang didukung AS, Pengamat Hak Asasi Manusia Suriah (SOHR) yang berbasis di London melaporkan.

“Lebih dari 90 anak telah kehilangan nyawa mereka karena kurangnya fasilitas dan kebersihan di Kamp al-Hawl,” kata SOHR sambil mencatat bahwa ada 63.500 pengungsi yang menetap di Kamp al-Hawl.

Tercatat bahwa lima pengungsi dewasa dari Kamp al-Hawl juga telah terbunuh di bawah penyiksaan SDF.

Sementara itu, situs berita Baladi pro-militan mengkonfirmasi kematian lima pengungsi di bawah penyiksaan SDF. Ini terjadi ketika gelombang protes semakin meningkat karena kurangnya fasilitas di kamp.

Dalam perkembangan yang relevan pada Kamis lalu, para aktivis media melaporkan bahwa puluhan pengungsi telah meninggal karena kekurangan makanan di sebuah kamp yang dikendalikan oleh SDF di provinsi Hasaka.

BacaSDF Ultimatum ISIS: Menyerah Siang Ini atau Bersiap untuk Kematian?.

Aktivis media melaporkan bahwa hanya dalam satu hari, 7 anak-anak dan 2 wanita telah meninggal karena kurangnya fasilitas medis dan perawatan di kamp pengungsi al-Hawl, Hasaka.

Mereka menambahkan bahwa hampir 14.000 keluarga, yang terdiri dari 47.000 orang, tinggal di kamp tersebut di bawah kekurangan makanan, obat-obatan, bantuan kebersihan, dan memperingatkan bahwa anak-anak berada dalam kondisi kritis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada Rabu lalu bahwa 73 pengungsi Suriah telah tewas di kamp al-Hawl dalam beberapa bulan terakhir, dan menambahkan bahwa dua pertiga dari mereka adalah anak-anak.

Setidaknya 29 anak-anak dan bayi baru lahir dilaporkan telah meninggal selama delapan minggu terakhir, terutama karena hipotermia, saat bepergian ke kamp atau tidak lama setelah kedatangan, WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan pada awal Februari.

BacaKomandan SDF Dibunuh oleh Penyerang Tak Dikenal di Raqqa.

Dikatakan sekitar 23.000 orang, terutama wanita dan anak-anak yang melarikan diri dari perang di daerah pedesaan tetangga Deir Ezzor, telah mencapai kamp selama periode itu.

Para pengungsi Suriah yang berlindung di kamp al-Hawl sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran atas kematian puluhan anak.

Sumber-sumber lapangan dari provinsi Hasaka melaporkan bahwa aksi unjuk rasa diadakan untuk memprotes ketidakmampuan SDF untuk memasok kebutuhan pengungsi di kamp. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: