News Ticker

TERCYDUK! Ustadz Supriyanto Sebar Hoaks Diduga di Depan Kantor Muhammadiyah Kalibaru

Kampanye Hitam

Kampanye Hitam Sumber Youtube dan Facebook

Arrahmahnews.com, BANYUWANGI – Video seorang pria yang mengenakan jubah gamis memberikan ‘ceramah’ beredar. Isi video yang didapat Senin (11/3/2019) itu sungguh mengejutkan. Pemerintah dituding akan melegalkan perzinahan.

Dari video yang berdurasi 45 detik, pria berbaju gamis dan berpeci warna putih itu menyampaikan pelegalan perzinahan akan menghancurkan Negara Indonesia.

Baca: Abdillah Toha: Benarkah Islam dan Ulama Terzalimi?

Isi video yang beredar di Banyuwangi itu sebagai berikut:

“Mudah-mudahan pelegalan perzinahan, kalau sampai itu lolos, hancur negara kita. Ini sudah digodok. Kalau pemerintah sampai mengesahkan undang-undang perzinahan, maka hancur Indonesia yang berdasarkan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Maka dari itu, mari kita berjuang kepada Allah, setelah itu berdoa kepada Allah mudah-mudahan paslon 2 diberikan (suaranya tidak terdengar karena ibu-ibu mengucapkan kata Aamiin).

Mudah-mudahan, mari ajak saudara kita, keluarga kita baik yang mau. Yang tidak mau kita motivasi saja. kalau tidak mau jangan dipaksa.

Saya rasa, kita harus berjuang memenangkan paslon 2 dan mudah-mudahan mendapat ridho dari Allah. (Terdengar suara Aminn Ya Allah Amin)”.

Baca: Netizen: Kenapa Kelompok Radikal Ingin Hancurkan NU?

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pria di dalam video tersebut sudah diamankan di Polres Banyuwangi.

“Sudah kita amankan. Sekarang sedang diklarifikasi dan dimintai keterangan di Polres Banyuwangi,” kata Barung, Senin (11/3/2019) malam pukul 19.50 Wib.

Terdengar pula suara dari ibu di dalam video itu yang mengucapkan istighfar. Di lokasi terlihat ibu-ibu duduk lesehan mendengarkan ceramah dari pria yang berdiri di teras sebuah rumah dan didampingi seorang pria berkacamata.

Baca: Muhammad Zazuli: 6 Kiprah ‘Busuk’ Sang Sengkuni

Pemuka Agama dimaksud, bernama Ustadz Supriyanto dari Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur. Diperkirakan lokasi yang digunakan untuk menghasut warga masyarakat, berada di Masjid Al-Ihsan Kalibaru Wetan, pada hari Sabtu, tanggal 9 Maret 2019. Ternyata masjid ini juga menjadi kantor Sekretariat Muhammadiyah, Tapak Suci dan PCM Kalibaru.

Seperti kita ketahui bersama bahwa produk Undang Undang berada di DPR RI, dan bukan eksekutif. Selain itu sudah bukan rahasia umum lagi bila Presiden Jokowi adalah seorang muslim taat yang sangat dekat dengan para ulama dan santri.

Baca: Denny Siregar: Melawan Paham Wahabi

Oleh karena itu, tentu saja ini hal yang mustahil dilakukan oleh Presiden Jokowi, dan bila tidak dilakukan proses hukum, serta mengorek siapa dibelakang ustadz tersebut maka dikhawatirkan akan terus menerus terjadi menjelang Pilpres mendatang, dan dampak buruknya dapat memecah belah umat. (ARN)

Iklan
  • Surat Terbuka Yusuf Muhammad ke Maaher Ath-Thuwailibi: Ajaran Membunuh Itu Fiqih Islam Mana?
  • Viral Video Emak-emak Fakfak bawa bendera merah putih
  • Sertifikat
  • Papua Bagian NKRI
  • Nadirsyah Hosen: Istilah Khilafah Tidak Ada dalam Alquran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: