News Ticker

6 Point Deklarasi Forum DKM Se-DKI Jakarta Tolak Politisasi Masjid

6 Point Deklarasi Forum DKM Se-DKI Jakarta Tolak Politisasi Masjid Acara Halaqah Kemasjidan

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta mendeklarasikan penolakan terhadap politisasi masjid, Kamis (14/3).

Deklarasi yang dikemas dalam acara Halaqah Kemasjidan bertema “Pengarusutamaan Masjid Sebagai Sarana Menyebar Kesejukan, Perdamaian, dan Islam Rahmatan lil ‘Alamin” ini juga dihadiri oleh KH. Masdar Farid Mas’udi selaku Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), KH. Masduki Baidlawi selaku Ketua Bidang Infokom Majelis Ulama Indonesia (MUI, M. Najih Arromadloni selaku akademisi UIN Jakarta, dan Dr. Khairul Huda sekretaris mewakili Menteri Agama.

Baca: Takmir Masjid se-DKI Deklarasi Tolak Politisasi Masjid

Berikut lampiran naskah Deklarasi Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta.

Bismillah ar-ahman ar-rahim, dengan mengharap ridho Allah SWT, pada hari ini, Kamis 14 Maret 2019, kami para pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) se-DKI Jakarta yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) DKI Jakarta, dengan ini menyatakan:

Baca: Puisi Neno di Munajat 212 Lecehkan Nabi dan Umat Islam

Jakarta, 14 Maret 2019,

  1. Kami berkeyakinan bahwa masjid didirikan adalah atas dasar dan asas ketakwaan
  2. Kami berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, dakwah dan penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keislaman
  3. Menguatkan koordinasi dan kerjasama antar pengurus masjid dalam memakmurkan masjid dan memberdayakan umat
  4. Menjadikan masjid sebagai pelopor moderasi Islam dalam menangkal paham radikalisme, terorisme, intoleransi dan ujaran kebencian
  5. Melarang penyebaran fitnah, hoax, SARA, dan sesat-menyesatkan dari mimbar-mimbar masjid.
  6. Menolak politisasi masjid (penggunaan masjid untuk kepentingan kampanye dan pemenangan calon tertentu). (ARN)
Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: