News Ticker

Caracas: AS dan Guaido Dalangi Serangan Teror ke Fasilitas Minyak Venezuela

CARACAS – Venezuela mengatakan AS dan oposisi yang didukung Washington di negara itu berada di belakang “serangan teroris” pada fasilitas minyak negara Amerika Latin yang dilanda krisis tersebut.

Kebakaran telah terjadi di pabrik pengolahan minyak berat Petro San Felix di Venezuela timur, Rabu malam (13/03). Tidak ada laporan korban.

Baca: Jaksa Perintahkan Periksa Guaido Terkait Dugaan Sabotas Listrik Venezuela

Berbicara kepada televisi pemerintah, Menteri Perminyakan Manuel Quevedo menuduh kepala Kongres yang dikuasai oposisi, Juan Guaido, yang telah menyebut dirinya sebagai presiden sementara Venezuela, telah memicu insiden tersebut.

Menteri Venezuela itu mengatakan di Twitter bahwa Guaido dan oposisi “mengintensifkan serangan teroris” terhadap perusahaan minyak milik negara PDVSA untuk mempengaruhi ekspor vital minyak mentah Venezuela.

‘AS Berupaya Ciptakan Pertumpahan Darah’

Quevedo juga menuduh Guaido berkolusi dengan Amerika Serikat. “Pengkhianat!” tulisnya, menambahkan bahwa “AS telah memutuskan untuk merampok sumber minyak Venezuela … (dan) ingin pertumpahan darah terjadi.”

AS mengakui Guaido sebagai kepala negara Venezuela dan telah menargetkan ekspor minyak Venezuela, yang menyumbang 90 persen dari pendapatan negara itu, dengan menjatuhkan sanksi.

Washington juga telah menekan negara-negara lain untuk mengurangi pembelian minyak mereka dari Venezuela.

Baca: Peringatan Keras Uni Eropa ke AS: Jangan Ada Intervensi Militer di Venezuela

Negara Amerika Latin tersebut menghadapi kondisi ekonomi yang mengerikan dan protes berbulan-bulan, dengan Presiden Nicolas Maduro mengatakan bahwa kesengsaraan negara itu terjadi karena intervensi AS dan menuduh Washington berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintahnya.

Guaido memproklamirkan dirinya sebagai presiden sementara pada bulan Januari lalu. Washington segera mengakui klaimnya diikuti oleh sekutu-sekutu utama AS, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris.

Presiden AS Donald Trump telah berulang kali mengatakan bahwa semua opsi ada di meja dalam mempromosikan pilihan Washington untuk Guaido atas Maduro.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengatakan pada pertemuan PBB di Austria bahwa AS “telah mengancam rakyat kami dengan agresi militer” dan mengambil “langkah ekonomi sepihak” dalam bentuk sanksi yang merugikan Venezuela miliaran dolar.

Rusia, China, dan Iran menentang campur tangan AS di Venezuela. Uni Eropa juga telah memperingatkan terhadap tindakan militer yang menargetkan negara Amerika Latin tersebut. (ARN)

Iklan

1 Trackback / Pingback

  1. Maduro Bentuk Satuan Militer Khusus Lindungi Infrastruktur Utama Venezuela | MENIT PERTAMA

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: