News Ticker

Penembakan di Masjid Selandia Baru Dirancang untuk Viral di Media Sosial

CHRISTCHURCH – Penembakan mengerikan di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru dirancang sejak awal untuk mendapatkan perhatian, dan agar viral di media sosial, untuk memastikan sebanyak mungkin orang akan mendengar tentang kematian dan kebencian yang mendasari aksi ini.

Video berdurasi 17 menit yang menunjukkan penembakan itu diposting ke Facebook, YouTube, Twitter, dan Instagram. Sebuah posting di 8chan, sebuah papan pesan, termasuk tautan ke sebuah manifesto dan halaman Facebook di mana gambar seorang yang diduga sebagai sang penembak mengatakan bahwa serangan langsung akan disiarkan. Facebook telah menghapus halaman dan videonya, tetapi video itu sendiri sudah terlanjur tayang.

Para pejabat melaporkan sejumlah besar orang tewas akibat serangan di dua masjid di Selandia Baru. Beberapa orang telah ditangkap sejauh ini. Polisi Selandia Baru telah mengatakan kepada orang-orang untuk menghindari masjid, dan mengatakan agar masjid-masjid untuk sementara “menutup pintu mereka.”

Baca: 40 Orang Tewas dalam Penembakan di Masjid Selandia Baru

Baik video dan manifesto dirancang untuk memaksimalkan perhatian. Di awal video, si penembak mengatakan, “Ingat, kawan, berlanggananlah Pewdiepie,” sebuah rujukan ke YouTuber populer Felix Kjellberg, yang memiliki sejarah mempromosikan anti-Semitisme. Saluran Kjellberg memiliki pelanggan terbanyak di YouTube, yaitu 89 juta, dan ia telah berusaha untuk merekrut lebih banyak sehingga ia tidak akan dikalahkan oleh YouTuber lain.

Dikaitkan dengan aksi sadis ini memaksa Kjellberg untuk berkomentar, “Saya benar-benar muak nama saya diucapkan oleh orang ini,” kata Kjellberg kepada 17 juta pengikutnya di Twitter. Posisi Kjellberg tidak nyaman; jika ia tidak langsung mengecam penembakan, ada kemungkinan seseorang akan menyatakan bahwa salurannya entah bagaimana merupakan inspirasi bagi para pembunuh. Tetapi juga jelas bahwa jika salah satu dari banyak pengikutnya tidak mengetahui tentang peristiwa penembakan ini, mereka sekarang menyadarinya.

Pelaku penembakan Masjid Al Noor di Christchurch Selandia Baru yang menyiarkan secara langsung aksi sadisnya melalui internet itu mengidentifikasi dirinya sebagai Brenton Tarrant asal Australia. Ia juga mengunggah manifesto online yang membahas alasan di balik serangan itu.

Baca: Di Australia, Jokowi Sampaikan Gagasan Hadapi Ancaman Terorisme

Dalam manifesto 73 halaman itu, ia menggambarkan dirinya sebagai orang kulit putih biasa. Pria yang mengaku berusia 28 tahun itu mencatat bahwa ia dilahirkan dari kelas pekerja dan keluarga berpenghasilan rendah.

Teroris itu mengatakan dia melakukan serangan untuk secara langsung mengurangi tingkat imigrasi ke tanah tanah Eropa.

“(Serangan dilakukan untuk) menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan bahwa, selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita,” tambahnya.

Tarrant mengungkap ia telah merencanakan serangan hingga dua tahun. Namun dipilihnya Christchurch sebagai lokasi penyerangan baru diputuskan tiga bulan lalu.

Ia mengatakan Selandia Baru bukan pilihan asli untuk menyerang. Tetapi Selandia Baru merupakan sasaran kaya lingkungan seperti di tempat lain di Barat.

“Sebuah serangan di Selandia Baru akan memusatkan perhatian pada kebenaran serangan terhadap peradaban kita, bahwa tidak ada tempat di dunia ini aman, para penyerbu berada di semua tanah kita, bahkan di daerah-daerah terpencil di dunia,” tambahnya.

Ia juga mengklaim bahwa aksinya adalah untuk mewakili jutaan orang Eropa dan bangsa-bangsa etno-nasionalis lainnya.

“Kita harus memastikan keberadaan rakyat kita, dan masa depan untuk anak-anak kulit putih,” ungkapnya. (ARN)

Iklan

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Ilhan Omar atas Tragedi Selandia Baru: Kita Tak Boleh Takut! | MENIT PERTAMA
  2. Benarkah ada Keterlibatan Mossad dalam Tragedi Penembakan Selandia Baru? | MENIT PERTAMA

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: