News Ticker

Pelaku Penembakan Selandia Baru Miliki Lisensi Senjata Api

CHRISTCHURCH – Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengatakan, tersangka penembak yang disebut-sebut ikut serta dalam penembakan massal 49 orang di Christchurch, memegang lisensi senjata “Kategori A” standar.

“Pemahaman saya adalah bahwa ia memegang lisensi senjata Kategori A dan sekali lagi saya mewacanakan ini, bahwa saran saya saat ini adalah karena di bawah lisensi senjata itu ia dapat secara legal memperoleh senjata yang ia pegang, maka itu akan memberi anda indikasi mengapa kami perlu mengubah undang-undang senjata kami,” katanya di sebuah konferensi pers sebagaimana dikutip CNN.

Sebelumnya, Ardern mengatakan penembak utama menggunakan lima senjata, termasuk dua senjata semi-otomatis dan dua senapan, selama serangan.

Baca: 40 Orang Tewas dalam Penembakan di Masjid Selandia Baru

Satu hal yang perlu diperhatikan: Menurut kepolisian Selandia Baru, lisensi senjata api standar memungkinkan pemegang untuk memperoleh sejumlah senapan dan senapan jenis olahraga (disebut sebagai senjata api “kategori A”). Selain itu, pengunjung ke Selandia Baru diizinkan untuk mengajukan izin senjata api pengunjung yang menurut polisi “akan memungkinkan Anda menembak untuk kepentingan berburu atau kompetisi di Selandia Baru hingga satu tahun.”

Komisaris Polisi Selandia Baru Mike Bush telah mengkonfirmasi sebanyak 49 orang tewas akibat serangan itu, dan 48 orang dirawat di rumah sakit akibat luka tembak.

Pelaku pembunuhan itu merupakan seorang pria kulit putih. Ia menyiarkan secara langsung ‘livestreaming’ terkait aksi brutalnya itu di media sosialnya.

Baca: Penembakan di Masjid Selandia Baru Dirancang untuk Viral di Media Sosial

Salah satu penembak itu merupakan warga Australia bernama Brenton Tarrant. Nine melaporkan bahwa ia berasal dari Grafton, New South Wales (NSW).

Perdana Menteri Scott Morrison pada Jumat sore membenarkan bahwa salah satu pembunuh yang ditahan adalah warga Australia. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: