NewsTicker

Analis: Media Islamofobia Bertanggung Jawab atas Serangan Teror Selandia Baru

LONDON – Seorang analis mengatakan bahwa Media Islamophobia di Barat bertanggung jawab atas penembakan mematikan di dua masjid di Selandia Baru pada hari Jumat, menambahkan bahwa mereka harus bertanggung jawab atas penyebaran sentimen anti-Muslim.

“Menilik penyebab serangan teroris semacam ini terhadap umat Islam, saya berpendapat bahwa misalnya di Inggris, karena Islamophobia, karena sentimen anti-Muslim begitu luas misalnya di dalam Partai Konservatif, dalam media arus utama Inggris seperti surat kabar The Sun. , The Times, The Daily Telegraph, pandangan-pandangan aneh ini kemudian memberikan legitimasi kepada orang lain di masyarakat yang ingin mendiskriminasi umat Islam dan yang juga ingin melangkah lebih jauh dan membunuh umat Islam,” ujar Marcus Papadopoulos, editor di Politics First kepada Press TV dalam sebuah wawancara pada hari Sabtu.

“Jadi saya percaya bahwa sehubungan dengan apa yang terjadi di Christchurch, surat kabar seperti The Daily Telegraph, Times and The Sun dan politisi seperti Boris Johnson [mantan menteri luar negeri Inggris] perlu dimintai pertanggungjawaban. Pertama-tama mereka perlu meminta maaf atas pernyataan mereka dan mereka perlu memperbaiki kerusakan yang telah mereka lakukan karena seperti yang saya katakan mereka telah melegitimasi sentimen Islamofobia, ”tambahnya.

Kejahatan kekerasan jarang terjadi di Selandia Baru dan polisi biasanya tidak membawa senjata.

Setidaknya seorang pria bersenjata menewaskan 49 orang dan melukai lebih dari 20 orang lainnya saat sholat Jumat di dua masjid Selandia Baru, dalam penembakan massal terburuk di negara itu, yang oleh Perdana Menteri Jacinda Ardern dikutuk sebagai terorisme. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: