News Ticker

WSJ: 1000 Pasukan AS Tetap Tinggal di Suriah

Arrahmahnews.com WASHINGTON – AS berencana menyimpan 1.000 di Suriah, meskipun sebelumnya ada pengumuman oleh Presiden Donald Trump untuk menarik sepenuhnya, Wall Street Journal melaporkan.

Pembalikan terjadi setelah pembicaraan dengan Turki dan pasukan Kurdi yang didukung AS serta sekutu Eropa gagal menghasilkan kesepakatan tentang “zona aman” di timur laut Suriah, di mana teroris berbasis di benteng terakhir mereka.

Trump telah menyarankan pembuatan zona aman 30 kilometer di sepanjang perbatasan Turki dengan Suriah, tetapi belum menentukan siapa yang akan membuat, menegakkan atau membayar untuk itu, atau di mana ia akan berada.

BacaPahlawan! Pria ini Cegah Teroris Selandia Baru Bunuh Lebih Banyak Korban.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memperingatkan Amerika Serikat dan sekutu yang beroperasi di sepanjang perbatasan Suriah bahwa setiap zona aman di daerah itu harus di bawah kendali Ankara.

Mengutip para pejabat Amerika, Journal pada hari Minggu melaporkan AS sekarang berencana untuk terus bekerja dengan militan Kurdi di Suriah, meskipun Turki mengancam akan melancarkan serangan terhadap mereka. Usulan itu, menurut laporan dapat menjaga hingga 1.000 pasukan AS yang tersebar di Suriah.

Diskusi yang berkembang mewakili pergeseran dari keputusan Trump untuk menarik semua pasukan Amerika dari Suriah, kata surat kabar itu.

Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik 2.000 tentara AS dari timur laut Suriah pada 19 Desember. Keputusan itu mengejutkan sekutu dan pejabat tinggi AS yang melihat penarikan pasukan itu sebagai kemenangan bagi pemerintah Suriah.

Penarikan itu seharusnya selesai dalam beberapa minggu, tetapi melambat ketika para penentang dengan panik melobi agar pasukan tetap tinggal.

BacaIran Kirim Kapal Perang ke Selat Bab El-Mandeb.

Bulan lalu, Gedung Putih mengumumkan bahwa sekitar 200 tentara Amerika akan tetap di Suriah dalam misi “penjaga perdamaian”.

Jurnal itu mengatakan anggota tim keamanan nasional Trump telah mendesaknya untuk mendapatkan jaminan bahwa Turki tidak akan menyerang militan yang didukung AS begitu pasukan Amerika menarik diri. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: