News Ticker

Presiden Mozambik: Jumlah Korban Tewas akibat Badai mungkin Lebih dari 1000 Jiwa

MAPUTO – Presiden Mozambik mengatakan bahwa jumlah orang yang tewas dalam badai dahsyat dan banjir sebelumnya di negara itu bisa melebihi 1.000 orang, yang berarti jumlah korban jiwa jauh lebih besar daripada angka saat ini.

Sejauh ini hanya 84 kematian yang telah dikonfirmasi di Mozambik sebagai akibat Topan Idai, yang juga meninggalkan jejak kematian dan kehancuran di seluruh Zimbabwe dan Malawi, dengan wilayah banjir yang luas, jalan hancur dan komunikasi terputus.

Berbicara di Radio Mocambique, Presiden Filipe Nyusi mengatakan bahwa ia telah terbang di atas wilayah yang terkena dampak, di mana dua sungai telah meluap. Desa-desa telah menghilang, katanya, dan mayat-mayat mengambang di air.

Baca: Presiden Zimbabwe Mugabe Menolak Dilengserkan

Ia mengatakan bahwa semuanya menunjukkan bahwa kemungkinan ada lebih dari seribu kematian.

“Topan itu juga menewaskan 89 orang di Zimbabwe,” kata seorang pejabat pada hari Senin, sementara korban tewas di Malawi akibat hujan lebat dan banjir mencapai 56 orang pada pekan lalu. Tidak ada angka baru yang dirilis setelah kedatangan topan di negara itu.

Caroline Haga, pejabat senior Federasi Internasional Palang Merah yang berada di Beira, mengatakan situasinya bisa jauh lebih buruk di daerah sekitarnya, dimana daerah tersebut aksesnya telah terputus sepenuhnya.

Baca: Oman Langsungkan Pembersihan Besar-besaran Pasca Diterjang Badai

Topan Idai menerpa Mozambik lebih dulu pada Kamis (14/03) malam sebelum akhirnya berpindah ke Zimbabwe. Menteri Lingkungan Mozambik Celso Correia memperkirakan jumlah korban tewas akan tinggi.

“Saya pikir ini adalah bencana alam terbesar yang pernah dihadapi Mozambik. Semuanya hancur. Prioritas kami sekarang adalah untuk menyelamatkan nyawa manusia,” katanya.

Lebih dari setengah juta penduduk kota pelabuhan Beira terisolasi, dengan 80 persen jaringan listrik hancur. “Semua jalan terputus, infrastruktur hancur, praktis semuanya hancur,” ujar Correia. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: