News Ticker

Suriah Bertekad Rebut Kembali Dataran Tinggi Golan dari Israel

Arrahmahnews.com DAMASKUS – Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump dalam tweet-nya mengatakan “setelah 52 tahun sudah saatnya bagi Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang sangat strategis dan penting bagi keamanan Negara Israel dan stabilitas regional.”

Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk komentar Presiden AS Trump tentang Dataran Tinggi Golan sebagai “tidak bertanggung jawab”, dan menambahkan bahwa orang-orang Suriah bertekad untuk memulihkan daerah itu dengan “berbagai cara”, lapor Kantor Berita Arab Suriah (SANA) melaporkan.

Kementerian menegaskan bahwa pernyataan Trump “mengkonfirmasi komitmen buta AS terhadap Israel dan mendukung perilaku agresifnya”.

BacaTrump: Saatnya Akui Dataran Tinggi Golan sebagai Wilayah Israel.

“Menjadi jelas bagi masyarakat internasional bahwa Amerika Serikat dan kebijakan mereka yang ceroboh, yang didominasi oleh kesombongan dan ambisi hegemonik, adalah faktor utama dalam memperburuk situasi di arena global dan mengancam perdamaian dan stabilitas,” Kementerian menggarisbawahi.

AS jelas melanggar hukum internasional dan sejumlah resolusi PBB, khususnya Resolusi 497, di mana niat Israel untuk menetapkan hukumnya di Dataran Tinggi Golan dianggap tidak sah dan ilegal.

Iran juga mengkritik apa yang digambarkan sebagai pernyataan “ilegal” Trump dan “tidak dapat diterima” terkait Dataran Tinggi Golan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyatakan bahwa posisi Moskow tentang masalah itu tetap tidak berubah, bahwa “mengubah status Dataran Tinggi Golan dengan melewati Dewan Keamanan adalah pelanggaran langsung terhadap keputusan PBB”.

Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit mengumumkan bahwa Liga Arab sepenuhnya mendukung kedaulatan Suriah atas Dataran Tinggi Golan.

Baca: Sekjen Liga Arab ke Trump: Tolak Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.

“Liga Negara-negara Arab sepenuhnya mendukung hak Suriah atas wilayahnya yang diduduki. Kami memiliki posisi tertentu, berdasarkan resolusi, tentang masalah ini,” kata Aboul Gheit, Kamis.

Dataran Tinggi Golan adalah sebuah wilayah strategis seluas sekitar 1.200 kilometer persegi, yang diduduki oleh Israel selama Perang Enam Hari 1967. Netanyahu telah berulang kali menggarisbawahi bahwa negara Yahudi itu tidak akan memenuhi tuntutan Suriah untuk mundur ke garis 1967 karena itu “tidak dapat dipertahankan”, dan bahwa Dataran Tinggi Golan akan “tetap di tangan Israel selamanya”. [ARN]

Iklan
  • Soal People Power, Mantan Ketua MK 'Semprot' Amien Rais: Itu Tak Bijak
  • Perang Suriah dan Bashar Assad
  • Ratna Sarumpaet dan Fadli Zon
  • #03PersatuanIndonesia
  • Tuduh Pemerintah Aktor Dibalik Bom Medan, Denny Siregar "Semprot" Busyro Muqoddas
  • Anies Baswedan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: