News Ticker

Tiga Teroris di Poso Ditembak Mati Satgas Tinombala, Begini Kronologinya!

Arrahmahnews.com POSO – Satgas Operasi Tinombala Poso berhasil menembak mati tiga orang dari kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun Air Teh, Desa Marete, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (21/3) petang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo memaparkan kronologi operasi Satgas Tinombala.

Operasi dimulai saat Satgas mengantongi informasi intelijen bahwa kelompok Ali Kalora terpecah dua. Mereka terlihat di Pegunungan Salumarate, Desa Salubanga Kecamatan Sausu pada 12 Maret.

BacaSatgas Tinombala Tangkap Teroris Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora.

“Pada tanggal 16 Maret 2019, dilakukan rapat koordinasi antara Satgas Intelijen Tinombala maupun Intelijen pendukung dengan Satgas Tindak III/ Tindak di Mess Kodim 1307/ Poso,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Jumat (22/3).

Kemudian pada hari berikutnya Satgas menggelar rapat koordinasi di Sausu. Hasil rakor tersebut, pada 18 Maret pukul 05.00 Wita Satgas melakukan gelar pasukan ke wilayah-wilayah dugaan tempat bersembunyi Ali Kalora cs.

Satgas menurunkan empat personel untuk menyisir teritori dan enam belas personel sebagai tim ambush. Butuh waktu tiga hari hingga Satgas menemukan persembunyian MIT.

BacaPolri Tangkap Teroris Sel JAD yang Terafiliasi dengan ISIS.

“Pada tanggal 21 Maret 2019 pukul 16.50 Wita, terjadi kontak tembak antara Tim Penyisir dengan DPO MIT di CO. 1628 – 6963 (area pegunungan Salumarate, Desa Salubanga, Kec. Sausu),” ucap Dedi.

Dalam baku tembak tersebut, tiga teroris tewas. Mereka adalah Alhaji Kaliki alias Ibrohim, Jaka ramadhan alias ikrima, dan Andi Muhammad alias Andi Abdullah alias Fadel.

Selain itu Satgas juga menemukan bom lontong dan amunisi pistol alat perlengkapan pribadi kelompok.

Tiga jenazah teroris itu rencananya diangkut dengan helikopter. Sebab jalur darat menuju lokasi kejadian sulit ditempuh.

Dedi menegaskan saat ini Satgas masih melakukan operasi, sebab masih ada tujuh orang yang terbagi dalam dua kelompok yang masih berkeliaran.

“Perlu dilaporkan sampai saat ini tim penyisir masih melakukan pengejaran terhadap sisa kelompok DPO MIT dan tim melakukan pengamanan sesuai dengan sektor masing-masing,” tutur dia. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: