News Ticker

Velayati: Pernyataan Trump atas Dataran Tinggi Golan Hanya Perkuat Front Perlawanan

TEHERAN – Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui “kedaulatan” Israel atas Dataran Tinggi Golan hanya membuat front perlawanan lebih tegas terhadap rezim itu dan para pendukungnya. Hal ini disampaikan seorang penasihat senior untuk Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatollah Seyyed Ali Khamenei.

Ali Akbar Velayati, yang juga sekretaris jenderal Majelis Kebangkitan Islam Sedunia, membuat pernyataan ini pada hari Minggu (24/03) sebagai tanggapan atas pengumuman Trump.

Ia menekankan bahwa pengakuan terhadap tirani pendudukan Dataran Tinggi Golan … yang bertujuan untuk membuat rezim Israel merasa aman, tidak diragukan lagi hanya akan menambah masalah regional dan membuat front perlawanan lebih tegas dalam memerangi rezim Zionis dan para pendukungnya.”

Baca: Rusia: Seruan Trump atas Dataran Tinggi Golan Berpotensi Kacaukan Timur Tengah

Dalam sebuah postingan di akun Twitter-nya pada hari Kamis, Trump mengatakan sudah waktunya untuk mendukung apa yang ia sebut sebagai “kedaulatan” rezim Israel atas Dataran Tinggi Golan, sebuah wilayah Suriah di bawah pendudukan Israel sejak 1967.

“Setelah 52 tahun, saatnya bagi Amerika Serikat untuk sepenuhnya mengakui Kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang sangat penting bagi keamanan strategis dan keamanan bagi Negara Israel dan Stabilitas Regional!” kata presiden AS.

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa, di antara para aktor internasional lainnya, telah sering menolak kendali Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang oleh masyarakat internasional dikenal sebagai wilayah Suriah yang diduduki oleh Israel melalui perang 1967 dengan negara-negara Arab.

Baca: Suriah Bertekad Rebut Kembali Dataran Tinggi Golan dari Israel

Dalam pernyataannya, Velayati mengatakan, “Dataran Tinggi Golan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kedaulatan dan integritas wilayah Suriah.”

Ia menambahkan bahwa langkah aneh dan tidak diplomatis oleh pemerintahan Trump melanggar hukum internasional serta integritas wilayah Suriah.

“Langkah administrasi Trump bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari masalah domestik dan internasional, memberikan dukungan politik kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pemilihan legislatif April dan memberikan Netanyahu dukungan langsung dalam menghadapi saingan-saingannya,” kata pejabat senior Iran tersebut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: