News Ticker

4 Tahun Agresi Saudi di Yaman, Dukungan untuk Houthi terus Meluas

SANA’A – Pasukan Houthi semakin berkembang hari demi hari sejak dimulainya perang “koalisi pimpinan Saudi, dukungan AS” di Yaman, yang telah gagal sejak pertama kali dilancarkan.

Perang ini dimulai pada pada 26 Maret 2015, dengan dalih (yang diklaim Saudi) untuk mengakhiri kudeta dan mengembalikan legitimasi di Yaman dari Houthi dan sekutu mereka, Ali Abdullah Saleh, pada waktu itu.

Selama empat tahun terakhir, Houthi semakin berkembang di banyak wilayah utara meskipun mereka mundur atau kehilangan di sebagian selatan.

Baca: 4 Tahun Perang, Ribuan Rakyat Yaman Gelar Demo di Ibukota Sana’a

Orang-orang di selatan bersekutu dengan unsur-unsur yang membahayakan mereka siang dan malam yaitu unsur takfiri milik kelompok Al-Qaeda.

Provinsi di selatan berubah menjadi penjara besar, sedangkan UEA mendirikan penjara rahasia di Bir Ahmed, yang akhirnya diungkap oleh media internasional.

Negara-negara koalisi mengatakan kepada putra-putra daerah itu bahwa daerah mereka akan berubah menjadi seperti Dubai, tetapi kenyataannya kini putra-putra daerah tersebut menderita momok kelompok Takfiri yang di bawah bimbingan negara-negara koalisi melancarkan pembunuhan terhadap para ulama Partai Islah di Aden dan Mukalla, atau mengancam pembunuhan setiap kali mereka kedapatan mengkritik negara koalisi.

Daerah Houthi ”untuk semua”

Sementara itu, masyarakat di selatan banyak yang terkejut dengan sikap Houthi ketika mereka diterima di daerah-daerah yang dikuasai orang Houthi selama pengungsian mereka di awal perang, sedangkan provinsi Ibb menerima ribuan keluarga pengungsi dari provinsi-provinsi di selatan dan diperlakukan oleh Houthi dan pendukung mereka seperti yang dijelaskan oleh Mahmoud Nasser, yang membuat banyak dari mereka lebih memilih untuk tinggal, hanya saja biaya hidup (akibat blokade) di daerah itu memaksa banyak dari mereka untuk kembali.

Baca: Abdulmalik Houthi: Meski Didukung AS, Rezim Saudi Gagal dalam Agresi Mematikan di Yaman

Selain itu, Negara-negara koalisi Saudi juga telah menimbulkan kebencian antara putra-putra bangsa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Yaman, dimana putra-putra daerah utara diusir dari provinsi selatan pada tahun 2015, termasuk para pendukung perang, hanya karena mereka berasal dari provinsi utara. Bahkan mereka yang lahir di selatan tetapi memiliki kartu identitas Taiz atau Ib dikeluarkan dari rumah dan toko-tokonya. ”

Meluasnya Dukungan untuk Houthi

Houthi yang melindungi orang-orang di sekitar mereka dari kejahatan yang dilakukan oleh negara-negara koalisi dan pejuang bayaran mereka, kini berhasil mendapat dukungan sangat luas dalam masyarakat. Meskipun, daerah-daerah di bawah kendali mereka harus mengalami hal-hal lebih buruk dibandingkan di selatan, termasuk provinsi Taiz, yang saat ini menghadapi beban berat yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat pasukan pro-koalisi.

Kepercayaan rakyat terhadap Houthi di daerah-daerah yang berada di bawah kendali mereka, dan keamanan atas uang dan kehidupan mereka telah membuat mereka semakin populer dan termiliterisasi. Ini terbukti dengan dunia saat ini melihat ratusan ribu orang yang berkumpul di tujuh provinsi untuk menandai berlalunya waktu empat tahun “perang” atau yang digambarkan Houthi sebagai “empat tahun keteguhan”.

Baca: TERUNGKAP! Perang Rahasia Inggris di Yaman, Sejumlah Komandan Militer Terluka Ditembak Houthi

Tujuh lapangan di 7 kota, termasuk ibu kota, adalah saksi mata dimana lautan massa, yang tidak dapat digerakkan oleh kelompok-kelompok tertentu meskipun memiliki dana, berkumpul untuk menyuarakan kecaman atas agresi Saudi dan menunjukkan dukungan penuh kepada Houthi, membuat dunia melirik dan mempertimbangkan kembali konsep-konsepnya, bertanya-tanya mengapa Houthi berubah menjadi kekuatan yang berkembang.

Kredibilitas Houthi, ditengah konfrontasinya dengan pasukan koalisi dan negara-negara pendukung mereka di dalam negeri, dan komitmennya terhadap para pejuang dan wilayahnya, membuat banyak pihak mendukungnya, begitu banyak yang bergabung dengan kelompok ini dan maju ke medan perang.

Mereka merasakan bahwa mereka telah menerima perhatian khusus, terutama para pejuangnya, tahanan dan keluarga mereka, sesuatu yang tidak mereka terima dari apa yang disebut legitimasi (ex pemerintahan Hadi), yang melakukan sebaliknya bahkan terus menargetkan mereka dengan jet-jet koalisi berulang-ulang. (ARN/Yemen Extra)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: