Amerika

Suriah di PBB: Langkah Trump atas Golan Bagian dari Proyek Kriminal

NEW YORK – Duta Besar Suriah untuk PBB mengecam pengakuan Presiden AS Donald Trump tentang “kedaulatan Israel” atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki, menggambarkan langkah itu sebagai bagian dari “proyek kriminal” yang bertujuan untuk memperpanjang kekacauan dan kehancuran di kawasan.

Bashar Jaafari membuat pernyataan itu dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Hari Rabu tentang situasi Suriah setelah keputusan Trump pada hari Senin untuk mengakui “kedaulatan Israel” atas wilayah Suriah di Dataran Tinggi Golan.

“Ini adalah proyek atau rencana kriminal dimana pemerintah AS dan sekutunya telah menggunakan semua alat yang mereka miliki,” kata Jaafari, menambahkan bahwa rencana itu bertujuan untuk meneruskan kekacauan dan kehancuran di kawasan, dan memecah belah masyarakat di kawasan atas dasar agama dan etnis untuk “membangun realitas baru”.

“Dari hari pertama perang teroris yang dipimpin oleh pemerintah negara-negara tertentu yang telah diketahui, kami mengatakan bahwa tujuan utama perang ini adalah untuk memastikan pendudukan Israel di wilayah Arab dan untuk memastikan bahwa pendudukan dapat berlangsung selamanya berdasarkan rencana yang dijalankan oleh Amerika Serikat, ”katanya.

Baca: Damaskus: Pengakuan Trump atas Golan Serangan terhadap Kedaulatan Suriah

Keputusan Presiden AS baru-baru ini tentang Dataran Tinggi Golan yang diduduki “menunjukkan betapa kami benar pada waktu itu,” tambah utusan Suriah tersebut.

Trump menandatangani sebuah dekrit yang mengakui “kedaulatan Israel” atas Golan yang diduduki pada awal pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington pada Senin lalu.

Sejak itu, AS telah menjadi subyek baru putaran kehebohan oleh negara-negara dunia atas keputusan kontroversial Trump.

Baca: Turki Kecam Bungkamnya Beberapa Negara Arab terhadap Pengakuan Trump atas Golan

Iran, Turki, Lebanon, Rusia, dan Uni Eropa dengan cepat menolak langkah Trump, yang jelas-jelas bertentangan dengan hukum internasional.

Dalam deklarasi yang dikeluarkan pada hari Rabu, kantor kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Federica Mogherini mengumumkan bahwa blok itu “tidak mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan yang diduduki.” (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: