Amerika

Teheran Puji Penolakan Luksemburg atas Permintan AS untuk Sita Aset Iran

TEHERAN – Kementerian Luar Negeri Iran pada hari Rabu (27/03) menyambut baik keputusan pengadilan Luksemburg yang menolak banding pengadilan AS untuk menyita aset Iran terkait tuduhan serangan 9/11.

Tujuh tahun lalu, pengadilan New York mengklaim ada bukti yang menunjukkan bahwa Iran memberikan “dukungan materi dan sumber daya” kepada militan al-Qaeda yang melakukan serangan 11 September 2001, menyerukan Iran untuk memberikan kompensasi kepada para korban.

Pengadilan itu memberi ganti rugi kepada penggugat lebih dari 7 miliar dolar.

Baca: Luksemburg Tolak Permintaan AS Sita Aset Iran

Namun, pengadilan Luksemburg pada hari Rabu menolak permintaan AS itu, menekankan, “Aturan yang menjadi dasar pengadilan AS untuk menghapus kekebalan yurisdiksi tidak sesuai dengan hukum internasional publik dan tidak dapat diterapkan dalam konteks kasus Luksemburg”.

Pengadilan juga mengatakan para penggugat tidak dapat melanjutkan kasus hukum mereka untuk menyita aset Iran di negara itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi pada hari Rabu memuji keputusan pengadilan Luksemburg itu sebagai pendekatan “independen”, mengatakan bahwa Washington harus menyadari bahwa ia tidak dapat mencuri properti dan kekayaan Iran dengan melancarkan tuduhan dan kebohongan yang tidak berdasar seperti itu.

Baca: Professor, Aktivis dan Politisi AS Siap Dijadikan Saksi Bela Iran Soal 9/11

Trump harus tahu bahwa Iran dan orang-orangnya yang hebat dan pintar sama sekali berbeda dari negara-negara lain yang secara terbuka menawarkan AS negara mereka dan kekayaan bangsa hanya untuk menikmati hak istimewa keamanan dan dukungan sewaan,” ujar juru bicara itu menekankan

“Era unilateralisme Washington dan perilaku intimidasi terhadap negara-negara lain sudah berakhir,” katanya.

Iran membantah keras ada kaitannya dengan al-Qaeda atau keterlibatan dalam serangan 9/11. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: