NewsTicker

Iran Desak Saudi Hentikan Perang Memalukan di Yaman

SANA’A – Pada peringatan 4 tahun agresi yang menghancurkan Arab Saudi terhadap Yaman, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mendesak rezim Saudi dan sekutunya untuk mengakhiri perang “memalukan” mereka terhadap negara Arab yang miskin itu.

“Arab Saudi & sekutunya menolak rencana perdamaian Iran untuk Yaman pada April 2015, mengklaim bahwa kemenangan sudah dekat dalam TIGA MINGGU. Memasuki TAHUN KELIMA Perang yang memalukan ini, mengingatkan bahwa belum terlambat untuk menghentikan mimpi buruk yang telah menjadi perang ini,”tulis Zarif di akun twitternya, pada Hari Selasa (26/03).

Jutaan orang Yaman turun ke jalan-jalan ibukota, Sana’a, dan kota-kota besar lainnya pada hari Selasa untuk mengutuk kejahatan yang dilakukan rezim Saudi dan sekutunya terhadap mereka sejak 2015.

Baca: 4 Tahun Agresi Saudi di Yaman, Dukungan untuk Houthi terus Meluas

Kampanye udara Arab Saudi melawan Yaman dimulai pada 26 Maret 2015, tanpa mandat PBB, dalam upaya untuk mengembalikan kekuasaan kepada mantan presiden buron negara itu, Abd Rabbuh Mansur Hadi, yang merupakan sekutu setia Riyadh.

Pada 18 April 2015, menteri luar negeri Iran menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB kala itu, Ban Ki-moon, dan mengusulkan rencana perdamaian empat poin untuk Yaman, menekankan bahwa Teheran siap bekerja sama dengan PBB “untuk memfasilitasi dan mendorong segera diakhirinya pemboman yang tidak masuk akal ini dan menginisiasi dialog yang tulus untuk menemukan solusi politis bagi krisis tragis ini.”

Iran juga membahas pembentukan pemerintah persatuan nasional yang inklusif sebagai langkah terakhir dari rencana untuk menghentikan bentrokan mematikan di Yaman.

Baca: Abdulmalik Houthi: Yaman Miliki Tekhnologi Canggih yang Tak Dimiliki Saudi-UEA

Menurut laporan baru oleh Lokasi Konflik Bersenjata dan Proyek Data Acara (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, perang yang dipimpin Saudi sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 56.000 warga Yaman.

Perang juga telah mengambil banyak korban pada infrastruktur negara, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: