News Ticker

White Helmets dan Agen Rahasia Barat Siapkan Skenario Serangan Kimia Palsu

Arrahmahnews.com SURIAH – Organisasi White Helmets pro-militan bekerja sama dengan agen mata-mata Barat untuk merencanakan serangan kimia palsu di Hama dan Aleppo, kemudian menuduh Angkatan Darat Suriah atas insiden tersebut dan membatalkan perjanjian Turki-Rusia.

Saluran berita al-Mayadeen mengutip sumber lokal di Aleppo yang mengatakan bahwa White Helmets telah mentransfer sejumlah barel yang mengandung bahan beracun dari pangkalan mereka di Idlib ke Hama Utara.

Sumber lokal juga menambahkan bahwa para teroris berencana untuk meluncurkan serangan kimia palsu bekerja sama dengan agen-agen intelijen barat, dan mencatat bahwa skenario tersebut akan diimplementasikan di zona demiliterisasi di Hama Utara dan Aleppo di mana teroris Jeish al-Izza ditempatkan.

Sumber itu mengatakan bahwa tujuan tindakan provokatif tersebut adalah menggagalkan rencana untuk mengembalikan kontrol Idlib ke pemerintah Suriah tanpa konflik, dan menambahkan bahwa plot itu ditetaskan setelah komandan Tahrir al-Sham al-Hay’at (Dewan Pembebasan Levant atau Jabhat Al-Nusra), kelompok-kelompok teroris Horras al-Din dan Turkistani menolak rencana Turki-Rusia untuk menyerahkan kendali Idlib kepada pemerintah Suriah.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Jumat bahwa dinas rahasia Perancis dan Belgia sedang merencanakan untuk melakukan serangan kimia palsu di Suriah untuk menjebak Moskow, ketika agen-agen dari kedua negara bekerja sama dengan para pemimpin teroris di Idlib.

Gerilyawan yang menduduki sebagian besar provinsi Idlib di Suriah sedang mempersiapkan serangan bendera palsu yang melibatkan persenjataan kimia, kata kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Mayor Jenderal Viktor Kupchishin.

Serangan itu sedang dipersiapkan dalam kerja sama erat antara operasi dinas rahasia Belgia dan Perancis serta kelompok-kelompok teroris, termasuk Al-Qaeda cabang Suriah – Tahrir al-Sham.

Terlepas dari mereka, “pseudo humanitarian”, sebagaimana dikatakan Jenderal, kelompok White Helmets juga mengambil bagian dalam persiapan.

Sejumlah gas beracun, yang diyakini berbasis klorin, telah dikirim ke sejumlah desa di provinsi Idlib. Racun itu dikemas dalam tabung yang disamarkan sebagai tabung oksigen dan gas alam, menurut militer Rusia.

Para komplotan telah mendiskusikan pembuatan film serangan bendera palsu yang akan datang dan diharapkan untuk menggunakan kembali rekaman serangan Rusia baru-baru ini di sebuah gudang drone di Idlib untuk “membuktikan” keterlibatan Moskow.

Sementara “para aktor” ditawari sekitar $ 100 karena memainkan peran sebagai korban serangan bahan kimia, ada kemungkinan bahwa para militan akan meracuni orang-orang secara nyata untuk membuat video lebih “hidup”, pejabat itu memperingatkan. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: