News Ticker

Hanya untuk Bela Prabowo, Akun Aisyah Humairah Kafirkan Ibunda Nabi Saw

Arrahmahnews.com JAKARTA – Viral di media sosial postingan akun Facebook atas nama Aisyah Humairah yang mengatakan ibunda Rasulullah Saw seorang kafir. Demi membela Prabowo, akun tersebut tidak memiliki adab sama sekali terhadap ibunda Rasulullah Saw.

“Ketika kamu mempermasalahkan seorang Prabowo yang lahir dari seorang ibu Nasrani. Ingatlah bahwa Nabi kita Nabi Muhammad Saw juga lahir dari seorang rahim ibunya yang kafir bahkan penyembah berhala,” tulis akun Aisyah Humairah.

Foto status Aisyah Humairah tersebut diposting akun Instagram kebumenbertauhid, Kamis (04/04/2019).

“Demi Alloh apa yang kau katakan itu tidak benar. Ibunda Baginda Nabi Shalallahu alaihi wa alihi wasalam bukanlah penyembah berhala,” tulis akun tersebut mengomentari foto tersebut.

“Silahkan dukung carpesmu tapi tak begini caranya. Menyeret nyeret Ibunda Baginda Rasul Sholallahu alaihi wa alihi wasalam dengan tuduhan yang keji,” tambah kebumenbertauhid.

Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam bukunya, 37 Masalah Populer, mengingatkan agar berhati-hati dalam membahas orang tua Rasulullah SAW. Sebab, seseorang yang beriman pasti otomatis akan mencintai Nabi SAW, sehingga tidak akan menyakiti perasaannya.

“Menyinggung orang tua Rasulullah SAW berarti menyakiti Rasulullah SAW. Orang yang menyakiti Rasulullah SAW diancam dengan ancaman keras,” sebut UAS. Lihat misalnya surah at-Taubah ayat ke-61, artinya, “Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu bagi mereka azab yang pedih.”

Sementara, sejumlah hadits menegaskan, Rasulullah SAW berasal dari orang-orang pilihan, bukan kafir. Tentang nasabnya, beliau pernah bersabda, sebagaimana diriwayatkan at-Tirmidzi.

“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk, Dia jadikan aku dari yang terbaik di antara mereka, dari yang terbaik dari kelompok mereka, dari yang terbaik di antara dua kelompok. Kemudian, Dia pilih di antara kabilah-kabilah, Dia menjadikan aku dari kabilah terbaik. Kemudian, Dia pilih rumah-rumah, maka Dia jadikan aku dari rumah terbaik di antara mereka. Aku jiwa terbaik dan rumah terbaik di antara mereka.”

Salah satu pembahasan tentang keimanan para pendahulu nabi adalah pembahasan mengenai Abu Thalib. Sedangkan pembahasan mengenai keimanan Ibunda Rasul kurang menjadi perhatian. Nah, bagaimana sebenarnya iman dan agama yang diikuti oleh Aminah ibunda Rasulullah Saw?

Dalam beberapa literatur Syaikh Shaduq dalam kitab I’tiqad memperkenalkan Aminah sebagai seorang yang beriman.

Bukti-bukti dari klaim diatas adalah tatkala Rasulullah Saw menyelesaikan haji perpisahan dan dalam perjalanan menuju Madinah, ia mampir di sebuah kuburan yang telah rusak. Ia berdiri di hadapan kuburan tersebut untuk beberapa lama kemudian menangis di atas kuburan. Para sahabat berkata, “Siapa gerangan pemilik kuburan ini wahai Rasulullah.”

Rasulullah Saw menjawab, “Kuburan ibundaku Aminah binti Wahab. Saya memohon kepada Allah Swt untuk memberikan izin kepadaku untuk berzirah kemudian turun izin dan saya pun berziarah.”

Berangkat dari riwayat di atas, menurut ayat al-Quran, Rasulullah Saw tidak dibolehkan untuk mendatangi kuburan orang-orang kafir dan musyrik:

وَلا تُصَلِّ عَلى‏ أَحَدٍ مِنْهُمْ ماتَ أَبَداً وَلا تَقُمْ عَلى‏ قَبْرِهِ إِنَّهُمْ کَفَرُوا بِاللهِ
وَ رَسُولِهِ وَ ماتُوا وَ هُمْ فاسِقُونَ

“Dan janganlah kamu sekali-kali menyalatkan (jenazah) orang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya, dan mereka mati dalam keadaan fasik.” (Qs. Al-Taubah [9]:84).

Dalam riwayat juga disebutkan bahwa “Jibril datang menghadap kepada Rasulullah Saw dan berkata, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Allah Swt memberikan izin kepadamu untuk memberikan syafaata kepada lima orang. (di antaranya) rahim yang mengandungmu yaitu Aminah bin Wahab.”

Dari apa yang telah dijelaskan dapat disimpulkan bahwa Aminah bukan merupakan seorang yang bermazhab kafir dan syirik, melainkan seorang yang beriman.

Dari uraian dan paparan di atas para nenek moyang nabi, khususnya Ibunda Nabi adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang sempurna terbukti bahwa al-Quran memberikan hak kepada Nabi untuk memberikan syafaat kepada mereka karena jika mereka kafir, al-Quran tidak akan memberikan hak pemberian syafaat oleh Nabi Muhammad Saw meskipun kepada ibu kandungnya. [ARN]

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: