Hubungan Iran-Irak Kian Akrab, Saudi Buka Kembali Kedubes di Baghdad

BAGHDAD – Arab Saudi membuka kembali konsulatnya di Irak dalam upaya Riyadh membangun hubungan lebih dekat dengan Baghdad di tengah meningkatnya hubungan Iran dengan negara tetangganya Arab itu, menyusul kekalahan Daesh.

Misi diplomatik Saudi di ibukota Irak, Baghdad, diresmikan pada hari Kamis dimana upacara dihadiri oleh para pejabat senior Irak dan Saudi.

Menteri Perdagangan Saudi Majid bin Abdullah al-Qasabi memimpin delegasi bisnis ke Irak sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan hubungan antara kedua negara.

Setelah pembukaan kembali konsulat, ia mengatakan kepada wartawan bahwa langkah itu menandai “fase baru” dalam hubungan antara Riyadh dan Baghdad.

Baca: Rakyat Irak Gelar Demo Protes Kejahatan Saudi-AS di Yaman

Al-Qasabi juga mengatakan bahwa kerajaan akan memberi Irak satu miliar dolar pinjaman untuk proyek-proyek pembangunan ditambah 500 juta dolar untuk meningkatkan ekspor dan hadiah stadion olahraga berkapasitas 100.000 kursi yang akan dibangun di pinggiran Baghdad.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Irak dan menutup kedutaan Baghdad pada 1990 setelah diktator Irak Saddam Hussein menyerbu Kuwait. Misi dibuka kembali pada Januari 2016.

Namun layanan konsuler tetap ditangguhkan dan warga Irak yang mengajukan visa harus melalui kedutaan Saudi di Yordania yang berdekatan.

Menteri Saudi mengatakan bahwa tiga konsulat lagi akan diluncurkan di tiga kota Irak dalam waktu dekat.

Baca: Ada Tangan Saudi dalam Kerusuhan di Basrah-Irak

Selama upacara, juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmad Sahhaf, juga mengatakan pembukaan kembali itu diharapkan menguntungkan kedua negara.

Kunjungan oleh misi Saudi itu terjadi setelah Presiden Iran Hassan Rouhani mengunjungi Irak pada 11 Maret untuk meningkatkan hubungan bilateral antara kedua negara tetangga. Lusinan dokumen kerja sama dan perdagangan ditandatangani dalam kunjungan tersebut.

Perdana Menteri Irak Adel Abdul-Mahdi dijadwalkan untuk melakukan kunjungan resmi ke Iran pada hari Sabtu. Dia akan mengunjungi Arab Saudi akhir bulan ini.

Riyadh telah melihat kedekatan Irak dengan Iran dengan permusuhan. Ini terjadi ketika para pemimpin Irak berulang kali memuji peran Iran dalam membantu negara Arab iru menghadapi ancaman Takfiri.

Pembukaan kembali kedutaan Saudi terjadi ketika para pejabat Irak sering menuduh Riyadh bersekongkol dengan kelompok teroris Daesh Takfiri, yang sebagian besar dikalahkan di Irak dan Suriah pada akhir 2017. Baghdad berhasil mengalahkan kelompok teror itu berkat dukungan dari sekutunya, termasuk Iran.

Pada tahun 2016, duta besar Irak untuk PBB, Mohammad Ali al-Hakim, menuduh Arab Saudi membiayai kelompok teroris Daesh.

Ia juga meminta komunitas internasional untuk mengambil tindakan lebih keras terhadap negara-negara yang mendukung terorisme dalam bentuk apa pun. (ARN)

About Arrahmahnews 26671 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.