Headline News

Irak dan Palestina Kecam AS yang Memasukkan IRGC ke dalam Daftar Hitam

Arrahmahnews.com BAGHDAD – Keputusan Donald Trump memasukkan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) ke dalam daftar hitam, telah memicu kecaman dari gerakan perlawanan Jihad Islam Palestina yang berbasis di Gaza dan kelompok-kelompok pasukan populer Irak, yang memainkan peran besar di negara Arab dalam berperang melawan kelompok teroris ISIS.

Pada hari Senin, Gedung Putih menyebut Iran “Negara Sponsor Terorisme” dan IRGC sebagai “organisasi teroris,” dan mengklaim bahwa pasukan elit Iran “secara aktif berpartisipasi dalam membiayai, dan mempromosikan terorisme sebagai alat kenegaraan.”

Ini adalah pertama kalinya AS secara resmi menyebut militer negara lain sebagai “organisasi teroris”.

Iran dengan cepat membalas, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi menunjuk pemerintah AS sebagai pendukung terorisme dan Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) sebagai organisasi teroris.

BacaZarif: Pelabelan IRGC Sebagai Teroris Adalah Hadiah Trump untuk Netanyahu.

Menanggapi langkah permusuhan terbaru Washington, Harakat Hezbollah al-Nujaba, gerakan populer Irak yang dikenal karena kerja sama aktifnya dengan tentara nasional dalam operasi kontra-terorisme, menekankan bahwa penunjukan itu tidak akan berdampak pada pendekatan kelompok-kelompok perlawanan Islam Irak terhadap negara tetangga Iran.

Juru bicara Nujaba Hashim al-Mousawi menegaskan bahwa daftar hitam itu adalah bagian dari kampanye sanksi unilateral Amerika yang sudah menargetkan Iran dan IRGC.

Mousawi lebih lanjut mengecam AS karena menggunakan masalah terorisme sebagai alat untuk menekan negara-negara lain dan mengobarkan perang psikologis terhadap mereka.

Demikian pula, kelompok Hezbollah Irak mengutuk daftar hitam IRGC, dan mengatakan istilah ‘negara sponsor teroris’ paling menggambarkan Amerika Serikat sendiri karena memiliki sejarah yang penuh dengan kejahatan terhadap negara-negara dunia, termasuk Irak.

Kebijakan AS yang berperang melawan Iran, Islam, dan front perlawanan tidak akan memberikan pilihan lain selain perlawanan dalam menghadapi tindakan agresi Washington, kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

BacaIran Tetapkan Militer AS “CENTCOM” sebagai Organisasi Teroris.

Presiden AS yang rasis dan bodoh itu kini telah melakukan serangkaian tindakan yang bertujuan untuk menjerumuskan dunia ke dalam ketegangan dan kekacauan setelah front perlawanan berhasil menggagalkan semua plot Amerika-Israel di wilayah Timur Tengah.

Kata’ib Hizbullah juga menyatakan solidaritasnya dengan negara Iran dalam menghadapi sanksi AS yang sepihak dan menindas, yang katanya didukung oleh rezim kriminal di Tel Aviv dan Riyadh.

Lebih lanjut ia memperingatkan bahwa kehadiran militer AS di Irak menimbulkan ancaman bagi keamanan nasional negara itu dan tetangga-tetangganya, mendesak pemerintah Baghdad untuk menghentikan kerja sama dengan Amerika, Zionis, dan Saudi.

Selain itu, gerakan Jihad Islam Palestina, dalam sebuah pernyataan, mengecam daftar hitam IRGC sebagai langkah bermusuhan dan tidak bijaksana.

AS sendiri adalah pendukung terorisme dan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, bunyi pernyataan Jihad Islam Palestina. [ARN]

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.763 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.945.307 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: