News Ticker

Sekjen Hizbullah: Pelabelan IRGC sebagai Organisasi Teror Bukti Kegagalan AS di Timur Tengah

Arrahmahnews.com, BEIRUT – Sekretaris jenderal gerakan perlawanan Hizbullah Libanon mengecam Amerika Serikat karena menunjuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran sebagai kelompok teroris, menyatakan bahwa langkah itu adalah bukti nyata bahwa Washington telah gagal total dalam plot-plotnya di Timur Tengah.

“Kegaduhan dan kebodohan AS melampaui batas ketika mencap IRGC Iran sebagai organisasi teroris. Pasukan ini telah membuat banyak pengorbanan untuk berdiri melawan hegemoni AS dan Israel di kawasan. Kami, dengan ini, mengutuk keputusan AS, dan menyatakan dukungan kami untuk teman-teman kami di IRGC, ”kata Sayyed Hassan Nasrallah ketika ia berbicara kepada para pendukungnya melalui pidato yang disiarkan langsung dari ibukota Libanon, Beirut, Rabu malam (10/04).

Baca: Sekjen Hizbullah Ingatkan Tepi Barat dalam Daftar Pengakuan AS Berikutnya

Ia kemudian menggambarkan AS sebagai sumber utama dan pendukung terorisme di dunia, menekankan bahwa Washington mempermalukan seluruh bangsanya demi rezim “teroris” Israel dan kelompok-kelompok terror mereka.

Nasrallah juga menyoroti bahwa para pejuang perlawanan telah berhasil menggagalkan plot-plot AS di Timur Tengah, mencatat bahwa pelabelan IRGC berakar pada dendam Amerika terhadap pasukan tersebut karena kekuatannya dan penentangannya terhadap konspirasi Washington.

“Memasukkan IRGC dan Hizbullah ke daftar hitam adalah bukti kekuatan kita, bukan kelemahan. Adalah hak dasar kita selain kewajiban kemanusiaan dan moral untuk melawan semua orang yang mengancam kita dan pencapaian kita. Front perlawanan memiliki banyak rencana rahasia untuk menanggapi sanksi dan tindakan AS,” ujar kepala Hizbullah itu menekankan.

Baca: Rouhani: Amerika Pelopor Teroris di Dunia, Tidak Berhak Menilai IRGC

Nasrallah lebih lanjut mencatat bahwa AS dan Arab Saudi melakukan yang terbaik dalam upaya untuk menabur benih perselisihan dan perpecahan di antara negara-negara Muslim di Timur Tengah, menekankan bahwa rezim Riyadh membantu Washington untuk melikuidasi masalah Palestina sehingga dapat menenangkan Israel.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump menawarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu konsesi utama untuk pemilihan umum rezim tersebut. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: