News Ticker

Jenderal Hossein Salami: Keputusan AS Soal IRGC adalah Keputusan Terbodoh

TEHRAN – Komandan senior Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran mengecam Amerika Serikat karena memasukkan pasukan elit Iran ke dalam daftar hitam, dan menyebutnya sebagai keputusan bodoh.

Brigadir Jenderal Hossein Salami mengatakan pada hari Sabtu bahwa AS sendiri adalah sponsor utama terorisme dan selalu mendukung penyiksaan di seluruh dunia meskipun mengajukan klaim tentang demokrasi.

Salami, komandan IRGC kedua, membuat pernyataan ketika mengunjungi daerah yang terdampak banjir di barat daya provinsi Khuzestan, Iran, di mana pasukan militer Iran telah membantu penduduk setempat di kota-kota dan desa-desa.

BacaRakyat Iran Gelar Unjuk Rasa Nasional Kecam Pelabelan Teroris Trump atas IRGC.

Komentarnya datang beberapa hari setelah Gedung Putih mengumumkan rencananya untuk menunjuk IRGC sebagai entitas teroris, pertama kalinya AS membuat daftar hitam untuk militer negara lain.

Langkah ini telah memicu kemarahan global dengan banyak negara menyebutnya tidak masuk akal. Para pengkritik di AS juga telah memperingatkan administrasi Presiden Donald Trump tentang konsekuensi dari langkah pasukan AS di Timur Tengah.

Salami mengatakan Iran telah menjadi korban terorisme sejak kemenangan Revolusi Islam di negara itu pada 1979, dan menambahkan bahwa penunjukan IRGC sebagai teroris harus dipandang sebagai “keputusan bodoh”.

Menanggapi daftar hitam Trump atas IRGC, Iran telah membalas dengan menunjuk Komando Sentral AS (CENTCOM), bagian dari militer AS yang bertanggung jawab untuk melindungi kepentingan keamanan Amerika di Timur Tengah dan Tanduk Afrika, sebagai organisasi teroris.

Staf Jenderal Angkatan Bersenjata Republik Islam juga telah bersumpah bahwa mereka akan “berusaha” dalam memerangi “teroris” pasukan Amerika yang beroperasi di wilayah Asia Barat. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: