Amerika

Pakar HAM PBB Nyatakan Nyawa Assange mungkin Dalam Bahaya

LONDON – Pakar independen PBB tentang hak asasi manusia mengatakan bahwa penangkapan pendiri Wikileaks, Julian Assange oleh polisi di Inggris, setelah Pemerintah Ekuador memutuskan untuk berhenti memberikan suaka di kedutaan London mereka, membuatnya terkena “risiko pelanggaran hak asasi manusia yang serius”, jika diekstradisi ke Amerika Serikat.

Pelapor Khusus PBB tentang eksekusi ekstra-yudisial, Agnes Callamard, dalam postingan twitternya yang dikutip UN News, mengatakan bahwa dengan “mengusir Assange dari Kedutaan Besar” dan mengizinkan penangkapannya,  telah membuat Assange “satu langkah lebih dekat dengan ekstradisi”, menambahkan bahwa dengan tindakan Inggris saat ini yang secara sewenang-wenang menahan jurnalis dan juru kampanye anti-kerahasiaan yang kontroversial itu, mungkin nyawa Assange berada dalam bahaya.

Baca: Gunakan Data WikiLeaks saat Kampanye, Trump Berpaling Pasca Assange Ditahan

Assange mencari suaka dalam kedutaan pada tahun 2012, untuk menghindari ekstradisi ke Swedia oleh otoritas Inggris di mana ia menghadapi dakwaan serangan seksual. Tetapi ia juga menghadapi tuduhan konspirasi federal AS, terkait dengan bocornya sejumlah besar dokumen Pemerintah ke situs web Wikileaks miliknya, oleh mantan analis intelijen AS, Chelsea Manning. AS berpendapat bahwa publikasi oleh situs investigasi itu, membahayakan kehidupan warganya yang bekerja di luar negeri.

Menurut laporan, Inggris sekarang akan menilai apakah akan mengekstradisi warga negara Australia itu ke AS, di mana ia terancam hukuman lima tahun penjara. Inggris dilaporkan telah memberikan jaminan secara tertulis kepada Pemerintah Ekuador bahwa Assange tidak akan diekstradisi ke negara di mana ia mungkin menghadapi penyiksaan, atau hukuman mati.

Setelah muncul di ruang sidang pusat London pada hari Kamis, Assange dinyatakan bersalah karena tidak menyerah kepada pengadilan pada tahun 2012, dan sekarang menghadapi ancaman 12 bulan penjara.

Baca: Tolak Bersaksi, Transgender Pembocor Rahasia Militer AS ke Wikileaks Kembali Dipenjara

Pakar independen PBB tentang hak privasi, Joe Cannataci, mengeluarkan pernyataan setelah penangkapan tersebut, mengatakan bahwa “ini tidak akan menghentikan upaya saya untuk menilai klaim Assange bahwa privasinya telah dilanggar. Maksudnya adalah bahwa, alih-alih mengunjungi Assange dan berbicara dengannya di Kedutaan Besar, saya bermaksud mengunjunginya dan berbicara kepadanya di mana pun dia mungkin ditahan. “

Dalam sebuah pernyataan Jumat lalu, Pelapor Khusus tentang penyiksaan, Nils Melzer, mengatakan bahwa dirinya khawatir dengan laporan bahwa penangkapan akan segera terjadi, dan bahwa jika diekstradisi, Assange dapat terkena “risiko nyata pelanggaran serius terhadap hak asasi manusianya, termasuk kebebasan berekspresi, haknya untuk pengadilan yang adil, dan larangan perlakuan atau hukuman yang kejam, tidak manusiawi atau merendahkan martabat.” (ARN)

Comments
Arrahmahnews AKTUAL, TAJAM DAN TERPERCAYA

Facebook

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 2.762 pelanggan lain

Pengunjung

  • 51.943.170 hit

Copyright © 2020 Arrahmahnews.com All Right Reserved.

To Top
%d blogger menyukai ini: