News Ticker

ICG: AS Harus Bantu Saudi Akhiri Perang Yaman, Houthi Tak Terkalahkan

Arrahmahnews.com, WASHINGTON – Kelompok Krisis Internasional (International Crisis Group/ICG) mendesak Amerika Serikat untuk membantu sekutunya, Arab Saudi, mencari jalan keluar dari perang mematikan mereka terhadap Yaman yang telah membuat kerajaan itu kehabisan sumber daya dan reputasi.

Kelompok itu, yang berkomitmen untuk menyelesaikan konflik, mengatakan dalam sebuah penelitian pada hari Minggu (14/04) bahwa koalisi yang dipimpin Saudi “perlu berhenti berpikir tentang memperoleh kemenangan khayalan.”

ICG menambahkan bahwa aliansi Saudi harusnya membuat dirinya sendiri berkomitmen sepenuhnya untuk menemukan jalan keluar politik, terlepas dari apakah itu berarti menguntungkan Houthi atau tidak dalam jangka waktu pendek.

Baca: Ribuan Massa Hadiri Pemakaman 14 Anak Korban Pembantaian Saudi di Yaman

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya meluncurkan kampanye menghancurkan terhadap Yaman pada 26 Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Yaman Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan Houthi.

Laporan ICG ini muncul setelah Kongres AS memilih mengakhiri dukungan Washington untuk perang Arab Saudi terhadap Yaman sebagai tanggapan atas jatuhnya korban sipil yang terus-menerus dan meluasnya kelaparan di negara yang miskin tersebut, serta setelah pembunuhan wartawan pembangkang Jamal Khashoggi oleh Arab Saudi. Presiden Donald Trump telah mengancam akan memveto RUU tersebut, tetapi belum melakukannya.

Laporan itu meminta AS untuk menunjuk utusan khusus dan membekukan sebagian besar ekspor senjatanya ke Arab Saudi hingga kerajaan itu mengakhiri kampanye militernya melawan Yaman.

“AS harus memimpin untuk menemukan jalan keluarnya sendiri,” kata ICG.

Baca: SANA’A: PBB dan Utusan Khususnya Bertanggung Jawab atas Menggilanya Serangan Saudi ke Yaman

Menurut International Crisis Group, perang terhadap Yaman ini telah membuat Arab Saudi kehabisan sumber daya dan reputasinya.

“Saya pikir mereka melihat bahwa mereka perlu mengakhirinya (tetapi) mereka tidak tahu bagaimana mengakhirinya,” kata Robert Malley, kepala organisasi ini membicarakan tentang Saudi.

Ia menekankan bahwa Saudi telah gagal mencapai tujuan mereka di Yaman.
Saudi terus berpikir “dengan sedikit lagi kekuatan militer maka Houthi akan hancur, dan kemudian kita akan dapat mengakhiri perang dan Iran akan menyusul,” kata Malley, “Tetapi kita sudah memiliki bukti selama empat tahun untuk membuktikan hal itu.”

Senator Demokrat Chris Murphy mengakui temuan laporan ini bahwa Saudi tidak dapat memenangkan pertarungan melawan Houthi.

“Ini bukan pertanyaan apakah koalisi akan mengalahkan Houthi; pertanyaan itu telah dijawab,” kata Murphy pada briefing tentang laporan tersebut.

“Orang-orang Houthi akan memainkan peran penting dan utama dalam pemerintahan Yaman di masa depan, jadi sekarang masalahnya adalah memutuskan bagaimana Saudi akan hidup dengan itu dengan cara yang tidak mengancam kepentingan keamanan jangka panjang mereka.” (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: