News Ticker

Drama Politik Tiga Kali Klaim Kemenangan

JAKARTA – Presiden versi quick count (dan biasanya sama dengan versi real count KPU) sudah bisa dipastikan adalah Jokowi.

Melihat fenomena hasil quick count seperti itu, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi tentu melanjutkan skenario gerakannya.

Skenario pertama, jika kalah di quick count, tolak quick count. Lakukan pernyataan pers (kalau bisa lebih dari sekali) bahwa Prabowo menang berdasarkan hasil quick count internal (atau nyatakan saja itu adalah hasil real count). Viralkan terus opini bahwa Prabowo adalah pemenang pilpres 2019.

Sambil menunggu hasil real count Komisi Pemilihan Umum (KPU), kawal terus suara tps-tps, sekaligus cari dan kumpulkan temuan kekurangan atau kecurangan pemilu di lapangan yang akan diklaim bahwa kecurangan itu dilakukan oleh panitia penyelanggara (KPU) dan kubu 01.

BacaData 4,6 Persen, Jokowi Tak Tergoyahkan dalam Real Count KPU.

Setelah memiliki bukti adanya beberapa kecurangan, dan KPU secara resmi merilis hasil hitung manual (real count), maka skenario berikutnya, adalah tolak real count KPU dan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sambil terus viralkan bahwa KPU dan kubu 01 melakukan kecurangan. Viralkan opini ketidakpercayaan pada KPU dan aparat keamanan (TNI/Polri) tidak netral.

Kenapa ini mereka lakukan? Yang jelas, kubu 02 tidak boleh diam begitu saja. Karena ini kontestasi kali kedua Jokowi versus Prabowo di pilpres. Maka, pilihannya, mereka harus terus melawan. Tidak boleh mereda, tapi harus terus meradang. Buat Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf Amin dan barisannya resah dan gelisah. Jangan biarkan mereka tidur nyenyak.

Ancaman Amin Rais akan melakukan people power, hemat saya, adalah isapan jempol saja. Gertakan sambal. Sangat kecil kemungkinannya dilakukan poeple power. Karena itu mengarah ke gerakan inkonstitusional. Dan akan berhadapan dengan TNI/Polri.

Dalam hal ini, menarik, perhatikan dan catat intruksi Soesilo Bambang Yudoyono (SBY) sebagai ketua umum Partai Demokrat kepada pengurus fungsionaris dan seluruh kader partainya untuk tidak ikut-ikutan dalam gerakan atau kegiatan yang inkonstitusional.

Baca: Perludem: Hasil Hitung Cepat Dasar Hukumnya Jelas. 

Akhir cerita dari drama politik ini, Jokowi – Ma’ruf Amin tampaknya tetap akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 – 2024. Mengandaikan gugatan BPN Prabowo – Sandi ditolak Mahkamah Konstitusi (MK).

Bersamaan dengan itu, opini kecurangan kubu 01 terus digulirkan dan melekat di benak pendukung kubu 02. Media sosial tidak bakal sepi dari tebaran hoaks yang dilakukan oleh kubu oposisi. Selajutnya kubu oposisi bergerak di legislatif. [ARN]

Sumber: Kompasiana.

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: