News Ticker

Lavrov: AS Pertimbangkan Risiko Intervensi Militer ke Venezuela

MOSKOW – Washington sedang menghitung risiko kemungkinan intervensi militer di Venezuela, tetapi seharusnya mereka tidak mengharapkan dukungan dari negara-negara Amerika Latin. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Rusia.

“Sekarang ketika Amerika terus mengatakan bahwa semua opsi tetap ada di atas meja, saya tidak ragu bahwa mereka sedang menghitung konsekuensi dari petualangan militer,” kata Lavrov dalam sebuah wawancara dengan saluran TV Zvezda pada hari Minggu (21/04), sebagaimana dikutip kantor berita TASS.

“Mereka tampaknya berpikir bahwa ini akan menjadi blitzkrieg, tetapi ini tidak terjadi, dan mereka mengakui ini sendiri,” tambah diplomat top Rusia itu.

Baca: Takut Militer Rusia, Amerika Serukan Blokir Pesawat Rusia ke Venezuela

“Hampir tidak ada siapapun di Amerika Latin yang akan mendukung mereka, mereka mengandalkan satu atau dua negara, seperti yang saya mengerti,” katanya.

Sementara itu, Lavrov menyatakan keyakinannya bahwa seandainya AS melakukan intervensi militer di Venezuela, mayoritas negara-negara kawasan akan berhenti mendukung langkah Washington menuju penggulingan rezim di Caracas.

Blitzkrieg merupakan sebuah metode perang secara cepat yang diujungtombaki oleh infantri dengan kendaraan lapis baja, didukung oleh dukungan udara jarak dekat. Metode ini dengan cepat merusak garis pertahanan lawan dan kemudian mengacaukan barisan pertahanan, dengan menggunakan unsur kecepatan dan kejutan untuk mengelilingi mereka. Dengan penggunaan berbagai manuver, Blirzkrieg berusaha merusak keseimbangan lawan dengan membuatnya kesulitan merespon perubahan front yang terus menerus, dan akhirnya diakhiri dengan Vernichtungsschlacht, pertempuran pemusnahan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: