News Ticker

Kim Jong-Un Bersiap ke Rusia Temui Putin

Arrahmahnews.com, PYONGYANG – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan “segera” melakukan perjalanan ke Rusia dalam kunjungan sekaligus pertemuan pertamanya dengan Presiden Vladimir Putin.

Kantor Berita Pusat resmi Korea (KCNA) mengatakan pada hari Selasa (23/04) bahwa Kim “akan segera berkunjung ke Federasi Rusia atas undangan” dari Presiden Putin. “Mereka akan melakukan pembicaraan selama kunjungan ini.”

Namun KCNA tidak merinci kapan atau di mana kedua kepala negara itu akan bertemu.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin bahwa Putin dan Kim direncanakan untuk bertemu pada akhir April. Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov juga mengatakan pada hari Selasa bahwa Kim akan bertemu Putin di kota timur Vladivostok pada hari Kamis.

Baca: Putin Yakinkan Kim Jong-Un untuk Terus Kembangkan Kerjasama

Pada hari Senin beredar video yang menunjukkan kedatangan delegasi Korea Utara di Vladivostok menjelang pertemuan puncak antara kedua pemimpin Rusia dan Korea Utara itu.

Spekulasi muncul bahwa Kim akan mencari dukungan Rusia dalam perselisihan antara Korea Utara dan Barat, khususnya Amerika Serikat, atas sanksi. Kerja sama ekonomi antara Pyongyang dan Moskow juga diperkirakan akan menjadi agenda perjalanan itu.

Pertemuan terakhir antara para pemimpin Korea Utara dan Rusia adalah pada tahun 2011, ketika Presiden Dmitry Medvedev bertemu ayah Kim, Kim Jong-il.

Baca: Kim Jong Un: Program Nuklir Lindungi Korut dari Ancaman AS

Moskow memiliki hubungan yang relatif hangat dengan Pyongyang. Rusia telah menyerukan kemudahan dalam sanksi internasional terhadap Korea Utara.

Sementara Kremlin menentang Korea Utara lebih lanjut mengembangkan program nuklirnya, mereka juga kritis terhadap penggunaan sanksi Washington terhadap Pyongyang.

Pada akhir Februari, pemimpin Korea Utara dan Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat bertemu untuk kedua kalinya di Hanoi, Vietnam, di mana tidak ada kesepakatan yang dicapai. Dalam pertemuan puncak pertama mereka tahun lalu, kedua belah pihak mencapai kesepakatan denuklirisasi yang tidak jelas. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: