News Ticker

Satire Pedas Ketum Harjo ke Prabowo ‘Syukuran Presiden Hantu’

Satire Pedas Ketum Harjo ke Prabowo 'Syukuran Presiden Hantu' Deklarasi Prabowo

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Saiful Huda Ems (SHE) yang berprofesi sebagai Advokat, Penulis, serta Ketua Umum Pengurus Pimpinan Pusat HARIMAU JOKOWI, dalam akun facebooknya menulis dengan judul yang sangat menohok sekali “Syukuran Presiden Hantu”.

Menurut SHE, syukuran kemenangan presiden-presidenan oleh Capres yang telah mengklaim kemenangan berdasarkan survei kelompok internalnya sendiri digelar secara tertutup, tidak boleh diliput oleh wartawan dan tidak boleh ada yang merekam. Ini merupakan deklarasi klaim kemenangan Capres versi kelompoknya sendiri yang keempat atau yang kelima kalinya. Dan itu semua dilakukan karena Sang Megaloman takut ketahuan halusinasinya dan khawatir diledekin banyak orang lagi seperti sebelumnya yang kemudian masyarakat ramai-ramai bikin video satire presiden-presidenan: “siap Pak Presiden!”, dengan diikuti oleh banyak orang yang berbaris rapi menyalami dan memberi hormat padanya.

Baca: 6 Manuver Aneh Kubu Prabowo-Sandi

Ini adalah klaim kemenangan presiden terlucu dan paling memalukan sepanjang sejarah peradaban manusia, yang menampilkan sosok-sosok tokoh politisi purba yang telah lama masuk kotak, karena tersingkirkan oleh akal sehat masyarakat. Ini adalah klaim kemenangan presiiden terburuk sepanjang sejarah perjuangan demokrasi umat manusia di seluruh dunia, yang diikuti oleh para preman, pengacara hitam dan pengusaha mafia yang menyamun sebagai ustadz atau ulama. Dan masyarakat yang berpikiran waras serta melek politik sangat paham akan hal itu.

Baca: Amien Rais dan kelompok Radikal Jerumuskan Prabowo ke Jurang Kehancuran

Rencana jahat mereka untuk membuat kekacauan negara sebenarnya sudah lama terendus, manakala para mujahid abal-abal itu jauh-jauh hari sebelum dilaksanakannya PILPRES dan PILEG 2019 telah mengatakan kalau Capres yang didukungnya nantinya kalah, berarti KPU nya yang curang. Ini seperti aki-aki Amien Reseh (bukan nama sebenarnya dan hanya contoh tokoh fiktif) mau menikahi gadis dan mengatakan gadis itu sudah tidak perawan tetapi masih saja dinikahinya, lalu ketika di malam pertama aki-aki itu loyo tak sanggup menafkahi batinnya, hingga terdengar masyarakat luas dan masyarakat itu mentertawakannya kemudian si aki Amien Reseh marah-marah sambil mengatakan,”Seperti yang saya bilang sebelum saya menikahinya, dia itu sudah tidak perawan !” padahal sejatinya gadis itu masih perawan hanya saja sang aki Amien Reseh tak kuat melayaninya.

Baca: Analisa AS Hikam Soal Prabowo yang Tak Mau Akui Kekalahan

Kita sebagai suatu bangsa yang menginginkan kedamaian tentulah menyadari betapa pentingnya ketertiban hukum. Orang tidak boleh dengan seenaknya mengacak-acak hukum dengan atas nama kebebasan berdemokrasi. Sebab jika demokrasi dimaknai dengan kebebasan yang sebebas-bebasnya, tanpa adanya aturan yang dapat dijadikan sebagai rentang kendali bagi masyarakat untuk bertindak dalam konteks dirinya sebagai bagian dari warga negara, maka semua orang akan bertindak dengan semaunya sendiri-sendiri tanpa ada konsekwensi akibat dari perbuatan hukumnya. Jika demikian apa bedanya manusia dengan binatang? Sudahlah, akhiri semua kegilaan kalian, sebab bila tidak maka orang akan menyebut presiden-presidenan kalian sebagai Presiden Hantu, yang hidup tanpa adanya Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara yang mengatur kelembagaannya. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Saiful Huda

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: