News Ticker

Suriah Tuntut Penarikan Segera Pasukan AS, Prancis, Inggris, dan Turki

DAMASKUS – Penarikan pasukan Inggris, AS, Turki dan Prancis dari Suriah akan mengakhiri kejahatan perang di negara itu, kata Wakil Menteri Pertahanan Suriah Mahmoud al-Shawa pada Konferensi Moskow tentang Keamanan Internasional, Rabu (24/04/2019).

“Kami menuntut penghentian kehadiran ilegal pasukan AS, Prancis, Inggris, dan Turki di tanah kami dan aliansi internasional dibubarkan. Hal itu akan menjamin berakhirnya kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh mereka,” tegasnya.

Al-Shawa menekankan bahwa proses politik adalah “milik rakyat Suriah.”

BacaDina Sulaeman: Pembantaian dan Industri Kebencian (1).

“Semua masalah politik harus ditangani oleh Suriah tanpa campur tangan pihak luar,” tegasnya.

Konferensi Kedelapan Moskow tentang Keamanan Internasional akan diadakan pada 23-25 ​​April. Agendanya mencakup isu-isu penting yang terkait dengan keamanan internasional.

Para pihak akan bertukar pandangan tentang bahaya dan ancaman militer modern, termasuk meningkatkan sistem kontrol senjata.

Para peserta juga akan membahas situasi di Timur Tengah, Asia, Afrika dan Amerika Latin.

Para menteri pertahanan, setidaknya dari 35 negara dan lebih dari 1.000 ahli lebih dari 100 negara ikut serta dalam acara tersebut. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: